Berita Terbaru Karanganyar

BPKP Jateng Perkenalkan Sistem Keuangan Desa Versi 2.0 di Karanganyar, Berikut Keunggulannya

BPKP Jateng memperkenalkan sistem keuangan (Siskeudes) versi 2.0 kepada seluruh Kepala Desa yang ada di wilayah Karanganyar.

BPKP Jateng Perkenalkan Sistem Keuangan Desa Versi 2.0 di Karanganyar, Berikut Keunggulannya
TribunSolo.com/Reza Dwi
Kepala Perwakilan BPKP Jateng, Salamat Simanullang usai workshop di pendopo rumah dinas Bupati Karanganyar, Rabu (25/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Reza Dwi Wijayanti

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah (Jateng) memperkenalkan sistem keuangan (Siskeudes) versi 2.0 kepada seluruh Kepala Desa yang ada di wilayah Karanganyar.

Kepala Perwakilan BPKP Jateng, Salamat Simanullangmenjelaskan, pengenalan tersebut berlangsung dalam acara workshop sistem tata kelola keuangan agar transaksi penggunaan bantuan keuangan lebih transparan.

Dengan adanya aplikasi baru Siskeudes versi 2.0 lanjut dia, akan mempermudah bukti transaksi yang menjadikannya baku.

"Sistemnya (Siskuedes) bisa membuat kuitansi transaksi, jadi pengguna anggaran tidak perlu memakai asal buku kuitansi," paparnya pusai workshop di pendopo rumah dinas Bupati Karanganyar kepada TribunSolo.com, Rabu (25/9/2019).

Sri Mulyani Sebut Sistem Keuangan Digital di Indonesia Rentan Serangan Kejahatan Cyber

Dikatakan, hadirnya aplikasi Siskeudes justru akan mempermudah pengelolaan bantuan keuangan desa.

Sebelumnya aplikasi Siskuedes pernah hadir dan dikenalkan pada tahun 2015 dan sekarang mucul versi 2.0 sebagai penyempurna.

Sistem akutansi dalam dalam aplikasi Siskuedes membantu pencatatan transaksi dan dapat menghindari pengguna anggaran salah dalam melakukan pembukuan.

Jateng Dinobatkan Provinsi dengan Kinerja Pengawasan Terbaik, Ganjar Pranowo Pantang Berpuas Diri

Pasalnya dalam mengelola pembukuan uang mengharuskan orang lebih teliti, sehingga dalam versi terkini aplikasi di klaim lebih mudah dan cepat dipelajari.

"Mudah dipakai dan cepat dipelajari," akunya.

Dia menambahkan, di Indonesia sendiri sudah ada sekitar 74 ribu desa yang menggunakan aplikasi ini.

"74 ribu desa di Indonesia sudah menggunakan aplikasi ini, sangat sederhana," jelasnya.

"Berlatih hanya 2 sampai 3 hari langsung bisa," tutur dia menekankan. (*)

Penulis: Reza Dwi Wijayanti
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved