Jumat Besok, Imam Nahrawi Dijadwalkan Diperiksa KPK

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan memeriksa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, pada Jumat (27/9/2019) besok.

TRIBUNNEWS.COM/Abdul Majid
Imam Nahrawi saat ditemui seusai mengikuti rapat anggaran dengan Komisi X di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (2/9/2019). Tribunnews/Abdul Majid 

TRIBUNSOLO.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan memeriksa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, pada Jumat (27/9/2019) besok.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Imam akan diperiksa sebagai tersangka kasus suap dana hibah Kemenpora kepada KONI Tahun Anggaran 2018.

"Besok pada hari Jumat akan diagendakan pemeriksaan terhadap tersangka IMN atau menpora dalam kapasitas sebagai tersangka," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (26/9/2019).

Dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, Imam diharapkan dapat memenuhi panggilan tersebut lantaran kader Partai Kebangkitan Bansa itu sebelumnya telah beberapa kali mangkir dari panggilan KPK.

Febri mengatakan, pemanggilan pada Jumat besok akan menjadi bukti dari pernyataan Imam yang mengaku akan mengikuti proses hukum yang menjeratnya.

KPK Panggil Taufik Hidayat soal Kasus Imam Nahrawi di Kemenpora

"Besok lah saatnya untuk menyampaikan kalau-kalau ada klarifikasi-klarifikasi atau bukti-bukti lain ya silakan langsung disampaikan ke penyidik," ujar Febri.

Saat ditanya kemungkinan adanya panggilan palsa ataupun penahanan terhadap Imam, Febri enggan menjawab.

"Saya tidak berandai-andai dulu tentang kejadian besok, kita ingatkan saja dan kami harap tersangka bisa datang," kata Febri.

KPK menetapkan Imam Nahrawi beserta asisten pribadinya, Miftahul Ulum, sebagai tersangka dalam kasus penyaluran dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia melalui Kemenpora tahun anggaran 2018.

"Dalam penyidikan tersebut ditetapkan dua tersangka, yaitu IMR, Menteri Pemuda dan Olahraga dan MIU, Asisten Pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Mareata, dalam konferensi pers di Gedung KPK, Rabu (18/9/2019).

Alex menuturkan, Imam diduga telah menerima suap sebanyak Rp 14,7 miliar melalui Miftahul selama rentang waktu 2014-2018.

Selain itu, dalam rentang waktu 2016-2018 Imam juga diduga meminta uang senilai Rp 11,8 miliar.

"Sehingga total dugaan penerimaan Rp 26,5 miliar tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018," ujar Alex.

Di samping itu, KPK juga mendalami dugaan suap terkait kewenangan-kewenangan lain dan posisi-posisi lain dari Imam. (Kompas.com/Ardito Ramadhan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jumat Besok, KPK Panggil Imam Nahrawi untuk Diperiksa"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved