Perdana Menteri Malaysia Berikan Kritikan Soal Karhutla, Ini Jawaban JK

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menegaskan bahwa Indonesia tidak berdiam diri dalam masalah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera

Perdana Menteri Malaysia Berikan Kritikan Soal Karhutla, Ini Jawaban JK
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.(ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Personel TNI berupaya memadamkan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (25/9/2019). Petugas gabungan terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan dekat dengan Bandara dan rumah penduduk sementara Polda Kalsel telah menetapkan 20 tersangka pembakar lahan, dua diantaranya dari korporasi. 

TRIBUNSOLO.COM -  Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menegaskan bahwa Indonesia tidak berdiam diri dalam masalah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.

Berbicara kepada wartawan di New York, JK menyebut pemerintah Indonesia sudah berbuat banyak hal untuk mengatasi kebakaran hutan.

"Indonesia sudah mengerahkan 40 helikopter dan 40 pesawat untuk mengurangi itu (kebakaran hutan), terbesar dalam upaya operasi kita," ujar JK menjawab pertanyaan wartawan.

Namun, JK mengingatkan bahwa meski kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia banyak disebut disebabkan pembakaran untuk pembersihan lahan, namun tetap tidak lepas dari faktor alam, yakni angin yang membawa kabut asap hingga ke negara tetangga.

4 Menteri dari Kabinet Jokowi-JK Ini Disebut-sebut Layak Dipilih Lagi

"Korban terbesar (kebakaran hutan) adalah Indonesia, juga penduduk Indonesia. Tapi bahwa itu arah angin mengarah ke Malaysia, bagaimana kita kontrol?" "Kita tidak ada maksud untuk itu kan? Bahwa anginnya ke barat atau ke timur," kata JK.

Pernyataan JK tersebut menanggapi kritik yang sempat dilontarkan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Mahathir sempat mempertanyakan alasan pemerintah Indonesia menolak tawaran bantuan dari Malaysia untuk mengatasi kebakaran hutan.

Menurut Mahathir, hal itu lantaran sistem dunia saat ini yang membuat dunia memaksa negara tropis untuk bertindak mengatasi kebakaran hutan.

"Anda bisa menyalahkan Indonesia. Anda bisa mengkritik mereka. Tetapi mereka tidak akan bertindak apa pun dalam mengatasi kabut asap," ujar Mahathir saat itu.

"Jadi saya pikir sistem tidak mengizinkan kita untuk melakukan intervensi dari kebijakan internal negara lain," tambahnya.

Halaman
12
Editor: Reza Dwi Wijayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved