Berita Terbaru Solo

CEO Dicoding Indonesia Soroti Kampus Jurusan IT, Sebut Perlu Update Kurikulum hingga Pengajar

CEO Dicoding Indonesia Narendra Wicaksono menyebut jurusan IT atau teknologi informasi di Indonesia membutuhkan update kurikulum dan pengajar.

CEO Dicoding Indonesia Soroti Kampus Jurusan IT, Sebut Perlu Update Kurikulum hingga Pengajar
TribunSolo.com/Ryantono Puji
CEO Dicoding Indonesia, Narendra Wicaksono di Solo, Sabtu (5/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - CEO Dicoding Indonesia Narendra Wicaksono menyebut jurusan information technology (IT) atau teknologi informasi di Indonesia membutuhkan update kurikulum dan pengajar.

Narendra mengatakan saat wawancara dengan wartawan di sela-sela kegiatan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Hotel Swiss Bellin Saripetojo Solo, Sabtu (5/10/2019).

Narendra mengatakan, saat ini Indonesia banyak memiliki jurusan IT di berbagai universitas.

Menurut Narendra saat ini perlu ada update kurikulum dan pengajar di ampus - kampus agar bisa menghasilkan developer yang bagus.

Dia mengibaratkan bila ingin menerbangkan pesawat tentu harus mencari instruktur yang lihai di bidangnya.

Sama halnya dengan mencetak developerbagus tentu pengajarnya juga harus developer yang sudah profesional dan memiliki produk.

"Saya bukan mendiskreditkan pengajar tapi mereka butuh pengalaman lagi," ungkap Narendra.

"Kurikulum juga tidak update kalau mengacu standar kerja," tambah Narendra menegaskan.

Di Debat Pilbup Karanganyar, Juliyatmono Sebut Masyarakat Akan Puas Jika Teknologi Informasi Optimal

Rocky Gerung: Saya Batal Isi Kuliah di Kampus, Mahasiswanya sedang Memberi Kuliah untuk Kekuasaan

Menurut dia, update kurikulum di pembelajaran sekitar 3-5 tahun, sementara android dan perangkat lainnya bisa update 2-3 minggu.

Untuk itu, perlu ada banyak yang di-update untuk menciptakan developer bagus yang expert di bidangnya.

Hal ini seperti yang dilakukan Dicoding Indonesia yakni menyediakan edukasi secara online dengan kurikulum berbahasa Indonesia.

"Para developer bisa mendaftar, belajar, register, dan nanti ada pembimbing," papar Narendra.

"Kelasnya ada android, game dan lain sebagainya," akunya menekankan.

Saat ini ada 125 ribu siswa yang tergabung dalam Dicoding di 500 kota di Indonesia. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved