Berita Solo Terbaru

Berita Foto: Asap Pekat Selimuti TPA Putri Cempo usai Terbakar

Kepulan asap pekat sisa kebakaran sampah di Komplek Timur TPA Putri Cempo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Senin (7/10/2019).

Berita Foto: Asap Pekat Selimuti TPA Putri Cempo usai Terbakar
TribunSolo.com/Adi Surya
Asap Pekat Selimuti TPA Putri Cempo usai Terbakar, Senin (7/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kepulan asap pekat terlihat jelas menyelimuti Komplek Timur TPA Putri Cempo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Senin (7/10/2019).

Asap sisa kebakaran sampah di tersebut mulai tampak sekitar 300 meter sebelah utara pintu masuk kompleks timur TPA Putri Cempo

Dari pantauan TribunSolo.com, asap terus tertiup angin menuju ke arah utara atau lebih tepatnya menuju ke arah Kampung Kethekan, Kelurahan Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah pukul 09.30 WIB. 

Seekor sapi melintas ditengah kepulan asap tebal sisa kebakaran di Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Senin (7/10/2019).
Seekor sapi melintas ditengah kepulan asap tebal sisa kebakaran di Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Senin (7/10/2019). (TribunSolo.com/Adi Surya)

Bau asap sisa hasil kebakaran semakin terasa menyengat dan membuat mata pedih.  

Seorang pemulung, Marsi mengatakan kebakaran asap ini sudah terjadi sekitar dua bulan terkahir. 

Asap Pekat Selimuti TPA Putri Cempo usai Terbakar, Senin (7/10/2019).
Asap Pekat Selimuti TPA Putri Cempo usai Terbakar, Senin (7/10/2019). (TribunSolo.com/Adi Surya)

"Tiap tahun begitu (kebakaran) musim kemarau kebakaran, kalau musim kemarau memang begitu sudah dua bulan terakhir," tutur Marsi kepada TribunSolo.com, Senin (7/10/2019).

Asap Pekat Selimuti TPA Putri Cempo usai Terbakar, Senin (7/10/2019).
Asap Pekat Selimuti TPA Putri Cempo usai Terbakar, Senin (7/10/2019). (TribunSolo.com/Adi Surya)

Marsi tidak bisa menjelaskan secara pasti penyebab kebakaran sampah di TPA Putri Cempo

"Kurang tahu, ya, (mungkin) korek gas yang kependem terus meledak, tiyang ngudut (orang merokok)  juga bisa," tutur Marsi.

Asap Pekat Selimuti TPA Putri Cempo usai Terbakar, Senin (7/10/2019). (TribunSolo.com/Adi Surya)
Asap Pekat Selimuti TPA Putri Cempo usai Terbakar, Senin (7/10/2019). (TribunSolo.com/Adi Surya) (TribunSolo.com/Adi Surya)

"Ini juga berdampak ke kampung-kampung sekitar, Kampung Kethekan banyak sekali (menerima) dampaknya," imbuhnya membeberkan.

Marsi berharap Pemerintah Kota Solo segera melakukan penanganan lebih lanjut terhadap asap sisa kebakaran TPA Putri Cempo. 

Asap Pekat Selimuti TPA Putri Cempo usai Terbakar, Senin (7/10/2019). (TribunSolo.com/Adi Surya)
Asap Pekat Selimuti TPA Putri Cempo usai Terbakar, Senin (7/10/2019). (TribunSolo.com/Adi Surya) (TribunSolo.com/Adi Surya)

"(Terlebih) banyak anak kecil di kampung-kampung sekitar TPA yang tetap tinggal di rumah," terang Marsi

"Gimana walikota kok ndak tanggung jawab, asapmya kok ndak dimatiin gitu lho," imbuhnya menyesalkan. 

(*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved