Berita Solo Terbaru

Bupati Karanganyar Usul Provinsi Surakarta Dibentuk, Ini Tanggapan Keraton Surakarta Hadiningrat

Keraton Solo menanggapi perkataan Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang mengusulkan pembentukan Provinsi Surakarta

Bupati Karanganyar Usul Provinsi Surakarta Dibentuk, Ini Tanggapan Keraton Surakarta Hadiningrat
TribunSolo.com/Adi Surya
Pengageng Parentah Keraton Kasunan Surakarta Hadiningrat, KGPH Adipati Dipokusumo memberikan keterangan kepada wartawan soal peringatan Malam 1 Suro di Keraton Solo, Jawa Tengah, Sabtu (31/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Keraton Solo menanggapi perkataan Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang mengusulkan pembentukan Provinsi Surakarta yang meliputi tujuh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. 

Ketujuh kabupaten/kota itu, yakni Kota Solo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Boyolali.

Pengageng Parentah Keraton Kasunan Surakarta Hadiningrat, KGPH Adipati Dipokusumo mengatakan, konsep dalam usulan Provinsi Surakarta berbeda dengan Daerah Istimewa Surakarta (DIS).

"(Walaupun) statusnya dan aspek kewilayahan provinsi sama, namun itu berbeda dengan DIS," terang pria yang akrab disapa Gusti Dipo itu kepada TribunSolo.com, Selasa (8/10/2019).

"Kalau DIS kan bentuknya yang berbeda, ini mengacu yang sudah ada ketentuan hukumnya, baik secara de facto maupun de jure pada waktu itu, (jadi) berbeda," imbuhnya membeberkan. 

Soal Usulan Pembentukan Provinsi Surakarta oleh Bupati Karanganyar, Ini Tanggapan Pemkot Solo

Yusuf Oeblet Minta Maaf Pada Cita Citata, Akui Kata Gila Bukan untuk Cita Citata Tapi untuk Dirinya

Gusti Dipo menambahkan, DIS memiliki 'keistimewaannya' sendiri, yakni terletak pada siapa yang akan dilibatkan dalam menjalankan roda pemerintahan. 

"Keluarga kerajaan, (baik dari) Keraton Kasunan Surakarta Hadiningrat maupun Pura Mangkunegaran terlibat secara langsung," tutur Gusti Dipo.

Apabila Provinsi Surakarta benar-benar terealisasi, Gusti Dipo mengingatkan, itu harus mempertimbangkan potensi daerah, yakni sumber daya alam, sumber daya manusia, dan historis kebudayaan.

Sekjen PA 212 Kini Jadi Tersangka terkait Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng

"Aspek penggerak historis budaya, yakni (tagline) Solo The Spirit of Java yang sudah menghasilkan sejumlah pengakuan dunia, antara lain batik, keris, dan wayang yang ditetapkan sebagai World Heritage," terang Gusti Dipo

"(Tetap) mengesampingkan ego sektoral dan regional, serta mengedepankan keunggulan komparatif, kompetitif, dan kooperatif antar eks Karesidenan Surakarta," imbuhnya menekankan. 

Usulan Provinsi Surakarta, lanjut Gusti Dipo, kemungkinan dapat terlaksana apabila mempertimbangkan semuanya itu. 

"(Tentu) atas kehendak rakyat dan tentu saja atas seizin Allah Tuhan Yang Maha Esa," kata Gusti Dipo.

"Berpihak ke kepentingan rakyat banyak, dan untuk kemaslahatan bersama, ini sebetulnya esensinya," tambahnya. 

(*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved