Berita Terbaru Solo

Pedagang Pasar di Solo Kaget Dapat Tagihan Retribusi Rp 1,4 hingga Rp 2,5 Juta, Ini Penyebabnya

Pedagang di Pasar Ngudi Rejeki Gilingan di Kecamatan Banjarsari Solo kelimpungan karena mendapat tagihan retribusi antara Rp 1,4 hingga Rp 2,5 juta.

Pedagang Pasar di Solo Kaget Dapat Tagihan Retribusi Rp 1,4 hingga Rp 2,5 Juta, Ini Penyebabnya
TribunSolo.com/Adi Surya
Mesin untuk e-retribusi di Pasar Ngudi Rejeki Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Selasa (8/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejumlah pedagang di Pasar Ngudi Rejeki Gilingan di Kecamatan Banjarsari Solo kelimpungan karena mendapat tagihan retribusi antara Rp 1,4 hingga Rp 2,5 juta.

Hal tersebut terjadi karena selama berbulan-bulan ini pedagang kesusahan untuk mengangsur tagihan retribusi pasar yang sudah diterapkan dengan sistem pembayaran retribusi secara elektronik (e-retribusi).

Pedagang sepatu, Jumali kaget mendapat surat tagihan retribusi oleh pengelola Pasar Ngudi Rejeki Gilingan.

"Karena mungkin alat e-retribusi rusak, soalnya miskomunikasi adanya perubahan," tutur dia kepada TribunSolo.com, Selasa (8/10/2019).

"Saya dikasih surat lembaran penunggakan retribusi," imbuhnya membeberkan.

Kerusakan alat e-retribusi yang tinggal tempel dengan sebuah kartu, lanjut Jumali, membuatnya harus telat membayar.

Karena seharusnya dibayar setiap hari sebesar Rp 3.000 untuk per kios.

"Saya dan pedagang semua telat membayar karena rusak ndak bisa ditempel mesinnya," terang Jumali.

Warga Malas Tapping Kartu E-Money Jadi Alasan Penerapan E-Retribusi Kurang Berhasil di Solo

"Jadi gak bisa nempel, gak bisa keluar saldonya berapa, ndak tahu," tambahnya menekankan.

Halaman
12
Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved