Breaking News:

Pemerintah Bakal Melarang dan Tarik Minyak Curah dari Pasaran? Ini Jawaban Mendag

Pemerintah menegaskan tidak melarang warga menggunakan minyak goreng curah.

Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.com
Ilustrasi minyak goreng 

Ia mengamini, secara fisik minyak goreng dalam kemasan lebih aman, kecil potensinya untuk terkontaminasi zat tak layak konsumsi.

Konsumen juga mendapat kepastian siapa yang memproduksinya.

Namun, seperti MUI, YLKI juga mewanti-wanti, agar pemerintah menjamin ketersediaan dan harga yang terjangkau.

Dengan konsideran keamanan dan kesehatan pangan, YLKI juga meminta ketegasan pemerintah terhadap produsen untuk menggunakan jenis plastik yang ramah lingkungan/plastik SNI.

“Pemerintah harus memperhatikan harga minyak goreng dalam kemasan tetap terjangkau, sebab minyak goreng adalah kebutuhan pokok masyarakat."

"Tak hanya untuk rumah tangga, tapi juga keperluan bisnis UKM/UMKM,” tegas Tulus, di kesempatan berbeda.

YLKI meminta Kemendag untuk mengawasi pasar, agar pelaku pasar benar konsisten menerapkan HET.

Juga, pemerintah diminta tegas memberikan sanksi bagi pelaku usaha yang melanggar.

Terhadap kemasan dan pelabelan produk pangan, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito, mengingatkan hal ini mutlak penting bagi perlindungan konsumen.

Selain menyadarkan masyarakat akan kandungan gizi bahan makanan, yang tak kalah penting adalah perlindungan konsumen dari munculnya penyakit tidak menular (PTM), dari makanan atau bahan makanan yang dikonsumsi. 

Artikel ini telah dipublikasikan Warta Kota dengan judul: Mendag Enggar Tegaskan Tidak Larang dan Tarik Minyak Curah Dari Pasaran

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved