Tak Larang Ada Unjuk Rasa, Bamsoet Imbau Mahasiswa Tetap Cooling Down saat Pelantikan Presiden

Meski demikian, politisi Partai Golkar ini menegaskan tidak melarang mahasiswa atau organisasi lainnya untuk berunjuk rasa.

Tak Larang Ada Unjuk Rasa, Bamsoet Imbau Mahasiswa Tetap Cooling Down saat Pelantikan Presiden
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua DPR Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/10/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo, menyampaikan pesan kepada para mahasiswa dan organisasi pergerakan lainnya agar cooling down jelang pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2019, mendatang.

Menurut pria yang akrab disapa Bamsoet ini, ajakan itu merupakan bentuk kepentingan negara yang lebih besar yakni pelantikan presiden dan wakil presiden.

Hal itu disampikan Bamsoet saat sesi wawancara khusus dengan Tribun di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

"Saya mau menyampaikan pesan kepada adik-adik mahasiswa dan kawan-kawan menggerakan atau yang mendorong gerakan itu, mari kita cooling down. Ada kepentingan bangsa yang besar (pelantikan presiden,red)," kata Bamsoet seperti dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com.

Meski demikian, politisi Partai Golkar ini menegaskan tidak melarang mahasiswa atau organisasi lainnya untuk berunjuk rasa.

Namun, Bamsoet meminta untuk tanggal 20 Oktober tidak ada unjuk rasa.

Ketua MPR Bambang Soesatyo Punya Kekayaan Capai Rp 98 M, Intip Koleksi Mobil Mewah dan Moge-nya

Unjuk rasa, lanjut Bamsoet, bisa dilakukan selepas tanggal 20 Oktober.

"Kita jaga kehikmatan prosesi pelantikan presiden tanggal 20 Oktober, kalau mau demo kan masih ada tgl 21, 22 dan 23 tapi tolong tanggal 20 ini akan berdampak pada ekonomi," ucap Bambang.

Eks-Ketua DPR ini menjelaskan maksud himbauan untuk mahasiswa tidak melaksanakan unjuk rasa pada hari pelantikan presiden dan wakil presiden.

Bamsoet menilai, jika ada unjuk rasa di hari pelantikan bisa muncul ketidak percayaan asing terhadap bangsa Indonesia terutama di bidang ekonomi.

Halaman
12
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved