Berita Solo Terbaru

Gagas Destinasi Wisata Demokrasi, Bawaslu Solo Resmikan Kampung Anti Politik Uang

Bawaslu Solo meresmikan kampung anti politik uang di tiga kelurahan yakni Kelurahan Sondakan, Laweyan dan Karangasem Jumat (11/10/2019) malam.

Gagas Destinasi Wisata Demokrasi, Bawaslu Solo Resmikan Kampung Anti Politik Uang
TribunSolo.com/Ryantono
Kegiatan cap tangan saat peresmian kampung anti politik uang di Kelurahan Sondakan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bawaslu Solo meresmikan kampung anti politik uang di tiga kelurahan yakni Kelurahan Sondakan, Laweyan dan Karangasem Jumat (11/10/2019) malam.

Kegiatan peresmian kampung anti politik uang ini dalam rangka destinasi wisata demokrasi di Solo.

Ketua Bawaslu Solo Budi Wahyono mengatakan, kegiatan peresmian kampung anti politik uang ini dipusatkan di Kelurahan Sondakan.

"Kami berupaya mengedukasi masyarakat dan memberikan sosialisasi pada mereka," papar Budi Wahyono, Sabtu (12/10/2019).

Dalam kegiatan peresmian kampung anti politik tersebut ada deklarasi dan aksi cap tangan tolak politik uang dari seluruh hadirin yang hadir.

Putra Venna Melinda Dikeroyok Orang Tak Dikenal: Feeling Ibu Tajam, Dibilang Jangan Ini, Jangan Itu

Nasib Istri POM TNI AU di Surabaya yang Suaminya Terancam Dipecat: Pasang Status Fitnah ke Wiranto

Tes Kepribadian: Kamu Arogan atau Mau Menerima Kritikan? Ungkap Karaktermu di Sini

"Sekaligus juga melaunching gerakan sosialisasi sapu politik kotor money politik melalui media gerobak sampah," papar Budi.

Budi juga memaparkan kampung anti politik adalah embrio program yang siap disinergikan dengan potensi lokal dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat (community development) dalam bidang politik.

Rangkain kegiatan Kampung anti politik uang bisa menjadi pioner destinasi wisata demokrasi di Kota Solo, yang dipelopori oleh tiga kekurahan tersebut.

Kegiatan ini juga dalam rangka mempertegas komitmen Bawaslu Solo dalam mengedukasi warga sebagai implementasi amanah UU 7/2017 tentang pengawasan partisipatif.

"Kami ada sepuluh kegiatan terdiri dari 5 kegiatan internal dan 5 kegiatan eksternal yang melibatkan masyarakat luas," kata Budi. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved