Tak Ingin Disebut Oposisi, PAN Tegaskan Pihaknya Jadi Penyeimbang

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Daulay Partaonan mengatakan, PAN siap berada di luar pemerintah.

Tak Ingin Disebut Oposisi, PAN Tegaskan Pihaknya Jadi Penyeimbang
Instagram/amienraisofficial
Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, dan capres no urut 02, Prabowo Subianto. 

TRIBUNSOLO.COM - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Daulay Partaonan mengatakan, PAN siap berada di luar pemerintah.

Namun, berada di luar koalisi pemerintah bukan berarti PAN selalu berseberangan dengan pemerintah.

Hal ini disampaikan Saleh menanggapi pertemuan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jum'at (11/10/2019).

"PAN kelihatannya sudah menetapkan akan berada di luar pemerintahan, itu bukan berarti PAN akan menjadi oposisi yang selalu bersebelahan dengan pemerintah," kata Saleh saat dihubungi wartawan, Sabtu (12/10/2019).

Saleh mengatakan, jika kebijakan dan program pemerintah sejalan dengan aspirasi rakyat, PAN pasti mendukung.

Namun, apabila kebijakan itu menyimpang dari keinginan rakyat, PAN akan mengoreksi dan mengingatkan pemerintah.

Prabowo Bersama Ahmad Muzani Menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto

"Tidak perlu pakai istilah oposisi, kita lebih baik menjadi kekuatan penyeimbang."

"Itu sangat penting di dalam sistem demokrasi yang kita anut saat ini," ujar dia.

Saleh juga mengatakan, jika pertemuan Jokowi dan Prabowo hanya membahas kepentingan politik seperti pembentukan kabinet, tentu pertemuan itu kurang mendapat simpati dari masyarakat.

Kendati demikian, Saleh mengatakan, setiap partai berhak untuk menentukan arah politiknya.

Halaman
12
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved