Wisata di Bali, Hati-hati Jangan Sampai Menginjak Sajen Jika Tak Ingin Kesurupan, Ini Penjelasannya

Saat berlibur ke Bali, kamu akan melihat banten ( sajen) khas Bali. Umumnya sajen ini terbuat dari janur dan dipenuhi dengan bunga warna-warni serta.

Wisata di Bali, Hati-hati Jangan Sampai Menginjak Sajen Jika Tak Ingin Kesurupan, Ini Penjelasannya
(Shutterstock)
ILUSTRASI - Canang sari 

TRIBUNSOLO.COM - Saat berlibur ke Bali, kamu akan melihat banten ( sajen) khas Bali.

Umumnya sajen ini terbuat dari janur dan dipenuhi dengan bunga warna-warni serta aneka buah atau jajanan.

Sajen-sajen ini memiliki nilai spiritual dan dihormati bagi masyarakat asli Bali terutama pemeluk agama Hindu Dharma. 

Canang sari merupakan upakara (perlengkapan) keagamaan umat Hindu Dharma untuk ritual persembahyangan setiap harinya.

Sajen paling umum dapat dilihat di setiap sudut Bali adalah canang sari.

Bentuknya bulat atau kotak dan diisi dengan daun dan bunga warna warni, serta diberi dupa.

Berlibur di Bali, Jangan Coba-Coba Kencing di Pohon Jika Tak Ingin Sakit-Sakitan

Ukurannya setelapak tangan.

Biasanya canang sari bisa ditemukan di jalan tepat depan pintu toko atau rumah.

Canang sari juga bisa ditemukan di dalam rumah, pura, toko, hotel, dan beberapa tempat lainnya.

Nyoman Suani selaku Serati Banten (ahli membuat sajen khas Bali), menjabarkan bahwa wisatawan hendaknya jangan menginjak canang maupun jenis sajen yang banyak ditemukan bila berkunjung ke Bali.

Halaman
12
Editor: Reza Dwi Wijayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved