Berita Sukoharjo Terbaru

BBWS dan Satpol PP Sukoharjo Eksekusi Bangunan Liar di Nguter

alai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama Satpol PP Sukoharjo merobohkan sebuah bangunan liar di Desa Gupit, Kecamatan Nguter,Sukoharjo.

BBWS dan Satpol PP Sukoharjo Eksekusi Bangunan Liar di Nguter
TribunSolo.com/Agil Tri
Sebuah alat berat saat mengeksekusi bangunan di Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Senin (14/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama Satpol PP Sukoharjo merobohkan sebuah bangunan liar di Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Senin (14/10/2019).

Eksekusi dilakukan dengan menggunakan sebuah alat berat untuk merobohkan bangunan yang berdiri tanpa izin.

Menurut Kasi Penegak Perda Satpol PP Sukoharjo, Bima Hani Kisuma mewakili Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo, bangunan tersebut sudah berdiri selama satu tahun terakhir.

"Bangunan ini didirikan oleh oknum perangkat desa setempat, katanya sebagai balai pertemuan warga," katanya.

Namun pendirian bangunan tersebut tidak mengantongi izin dari BBWS selaku pemilik tanah, sehingga BBWS melakukan somasi.

Begini Tanggapan Uya Kuya, Saat Tahu Instagramnya Diunfollow Nikita Mirzani

Dahnil Anzar Simanjuntak: Gerindra Siap Jadi Oposisi Atau Gabung Pemerintahan

Pihak BBWS bersama instansi terkait telah melakukan mediasi kepada pendiri bangunan bernama Rusma.

"Mediasi dilakukan dua kali, yang pertama di balai desa Gupit, yang disepakati akan dibongkar sendiri hingga akhir Agustus 2019."

"Karena tidak dibongkar BBWS kemudian melakukan somasi, dan meminta bantuan Satpol PP untuk melakukan mediasi kembali hingga akhir September 2019," jelasnya.

Dahnil Anzar Simanjuntak: Gerindra Siap Jadi Oposisi Atau Gabung Pemerintahan

Karena tidak kunjung dibongkar, akhirnya BBWS bersama Satpol PP Sukoharjo melakukan eksekusi.

Menurut Kasubag pengolahan barang milik negara BBWS, Anisa luas lahan yang dieksekusi seluas 150 meter persegi.

"Lahan ini memang digunakan untuk lahan, bukan bangunan."

"Karena secara teknis bangunan permanen itu bisa merusak pondasi tanggul," katanya.

Proses eksekusi berjalan lancar, tanpa ada perlawanan dari pendiri bangunan tersebut. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved