Berita Viral Solo

Cerita Kakek-Nenek Penjual Bakso Keliling di Solo, Alami Tiga Peristiwa Bersejarah, Ini Pengakuannya

Kakek penjual bakso keliling, Slamet Parmin Hadiwiyono atau akrab disapa Parmin mengaku alami empat kali 'gegeran' atau peristiwa besar bersejarah.

Cerita Kakek-Nenek Penjual Bakso Keliling di Solo, Alami Tiga Peristiwa Bersejarah, Ini Pengakuannya
TribunSolo.com/Adi Surya
Parmin dan Painem di rumahnya di Kenteng Baru RT 02/ RW 07, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Minggu (13/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kakek penjual bakso keliling, Slamet Parmin Hadiwiyono atau akrab disapa Parmin mengaku alami empat kali 'gegeran' atau peristiwa besar bersejarah yang terjadi di Solo.

"Gegeran itu saya sudah empat kali, terakhir saat pak Soeharto memimpin," tutur warga Kenteng Baru RT 02/ RW 07, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo itu kepada TribunSolo.com, Minggu (13/10/2019).

Parmin kemudian menceritakan, Peristiwa G30S merupakan gegeran pertama yang dialaminya.

"Dulu waktu G30S, Toko Obor di daerah Singosaren dibakar, saat itu saya langsung pulang ke desa saya di Karanganyar," tutur Parmin.

"Itu ngeri, mas, kalau di desa saya itu, kalau malam ada yang ketuk-ketuk itu ngambil orangnya itu yang ikut-ikut PKI (Partai Komunis Indonesia) diambil itu," imbuhnya membeberkan.

Parmin mengatakan, banyak warga desanya terindikasi ikut PKI, termasuk lurah saat itu.

"Di desa saya itu banyak, di desa saya banyak lurah saya pun kena, ya namanya orang desa masih lugu-lugu, jadi manut sama pak lurah," kata Parmin.

Parmin bersyukur sanak saudaranya tidak ada yang ditangkap pada waktu peristiwa G30S.

"Ndak ada yang kena," ucap Parmin.

Halaman
12
Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved