Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Tiga Santri di Sukoharjo Ketahuan 'Ngutil' di Minimarket, Langsung Diamankan Polsek Sukoharjo

Tiga orang satri yang berinisial UA (16) dari Tulungagung, IP (16) dan IF (16) dari Banten terpaksa digiring ke Polsek Sukoharjo, Jawa Tengah.

net
ilustrasi pencurian 

Laporan Wartawan TribunSolo.cim, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Tiga orang satri yang berinisial UA (16) dari Tulungagung, IP (16) dan IF (16) dari Banten terpaksa digiring ke Polsek Sukoharjo, Jawa Tengah.

Mereka merupakan santri dari salah satu pondok pesatren (Ponpes) di Kabupaten Sukoharjo.

Mereka kedapatan mengutil saat berbelanja di minimarket yang ada di kawasan Sukoharjo Kota, Minggu (13/10/2019) pagi.

Menurut Kapolsek Sukoharjo Kota, AKP Garry Armando, kejadian itu terjadi saat CFD Sukoharjo berlangsung.

"Ada tiga TKP, yaitu di dua minimarket di sekitaran Alun-alun Sukoharjo dan sebuah minimarket di perempatan Gamping," katanya saat ditemui TribunSolo.com, Senin (14/10/2019).

Kisah Pilu Pemulung di Riau yang Tiba-tiba Buta, Hidup Menderita, Suami Pergi dengan Wanita Lain

Dalam aksinya, IP dan IF beraksi dua minimarket di sekitaran Alun-alun Setya Negara Sukoharjo.

Sementara UA beraksi sendiri di Minimarket di dekat perempatan Gamping, Sukoharjo.

"Yang bersangkutan hanya mengambil makanan ringan," imbuhnya.

Namun, aksi ketiga santri itu diketahui oleh penjaga minimarket, yang langsung mengamankan santri tersebut.

Mereka tertangkap basah dengan sejumlah barang bukti yang mereka ambil di minimarket tersebut, lalu mereka digiring ke Mapolsek Sukoharjo.

"Dari pengakuan para santri, mereka baru kali ini melakulan hal itu."

Ketua Umum PA 212: 100 Lawyer Akan Dampingi Proses Hukum Kasus Penganiayaan Relawan Jokowi

Penjelasan TNI AU Soal Masa Depan Karir Peltu YNS, Setelah Istri Bikin Status Nyinyir soal Wiranto

"Aksinya tidak direncanakan, mereka mengaku hanya spontanitas saja, melihat ada kesempatan karena minimarket saat itu sedang ramai," jelasnya.

Atas permintaan dari pihak minimarket dan pihak Ponpes, kasus itu diselesaikan dengan kekeluargaan, dan para santri disuruh membuat surat pernyataan.

"Kerugiannya langsung diganti oleh pihak Ponpes," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved