Berita Sukoharjo Terbaru

Polres Sukoharjo dan BEM Univet Salurkan 8000 Air Bersih ke Weru, Sukoharjo

Polres Sukoharjo bersama mahasiswa dari BEM Universitas Bangun Nusantara (Univet) mengirimkan bantuan air bersih

Polres Sukoharjo dan BEM Univet Salurkan 8000 Air Bersih ke Weru, Sukoharjo
TribunSolo.com/Agil Tri
Ilustrasi: Sejumlah warga Dukuh Sempu, RT 02 / RW 09, Alasombo, Weru, Sukoharjo saat mengantri air, Kamis (29/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Polres Sukoharjo bersama mahasiswa dari BEM Universitas Bangun Nusantara (Univet) mengirimkan bantuan air bersih untuk warga terdampak krisis air bersih.

Bantuan dropping air bersih dilakukan di Dukuh Ngadisari, RT: 02 / RW: 02, Desa Ngreco, Weru, Senin (14/10/2019).

Menurut Kasat Binmas Polres Sukoharjo, Iptu Sunyono, mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas, pihaknya menyiapkan 2 tengki mobil untuk menyalurkan air bersih sebanyak 8 ribu liter.

"Di Kecamatan Weru ini sebaguan masyarakat kekurangan air bersih, sehingga pak Kapolres menginstruksikan untuk memberikan bantuan air bersih," katanya.

Ketum PKB Cak Imin Ungkap Komitmen Bekerja Sama dengan Prabowo Subianto dan Gerindra

Potret Transformasi Sulli Eks f(x) Sejak Kecil Hingga Sebelum Ditemukan Tewas Gantung Diri

Dalam kegiatan ini, Polres Sukoharjo sengaja mengajak BEM Univet Sukoharjo untuk memperetat tali silahturahmi dengan mahasiswa.

"Kami juga ingin membangun komunikasi yang baik dengan BEM, agar BEM juga bisa menggelar kegiatan kampus yang bermanfaat untuk masyarakat," imbuhnya.

Ketahuan Pakai Jam Tangan Mewah Palsu, Barbie Kumalasari: Aku Dibohongi Temenku

Rasa Depresi Sulli Eks Member f(x) yang Tewas Gantung Diri: Hidup Saya Kosong dan Pura-pura Bahagia

Selain itu, mahasiswa juga diajak dalam kegiatan baksos ini agar mahasiswa tidak terlalu termakan oleh isu-isu yang bersifat hoax.

Tokoh masyarakat Dukuh Ngadisari, Sri Widodo menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas bantuan air bersih dari Polres dan juga mahasiswa itu.

"Disini kekeringan sudah 5 bulan terakhir."

"Kadang-kadang warga disini terpaksa harus beli air bersih, Rp 3 ribu dapat 14 liter," jelasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved