Pilkada Solo 2020

Pengamat Nilai Langkah Putra Wali Kota Solo Tolak Wacana Maju Pilkada Solo 2020 bersama Gibran Tepat

Langkah Putra Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Rheo Fernandez menolak wacana dirinya maju dalam Pilkada Solo 2020 bersama Gibran dinilai tepat.

Pengamat Nilai Langkah Putra Wali Kota Solo Tolak Wacana Maju Pilkada Solo 2020 bersama Gibran Tepat
TribunSolo.com/Adi Surya
Gibran Rakabuming Raka melayani sesi wawancara dengan wartawan usai bertemu dengan Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo di Rumah Dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Jalan Slamet Riyadi, Rabu (18/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Langkah Putra Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Rheo Fernandez menolak wacana dirinya maju dalam Pilkada Solo 2020 bersama Gibran dinilai tepat.

Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UNS sekaligus pengamat politik Solo Agus Riwanto mengatakan, keputusan Rheo sudah tepat tidak maju pada Pilkada Solo 2020.

"Kalau Rheo memutuskan untuk tidak maju sebelum bapaknya (Rudy) lengser bagus itu," papar Agus pada TribunSolo.com, Rabu (16/10/2019).

Hal tersebut bisa dibilang contoh yang baik sebab memiliki etika politik yang baik.

"Sekarang siapa yang bisa memberikan contoh kalau bukan elit itu sendiri," papar Agus Riwanto.

Menurut Agus bila memutuskan maju sekarang menjadi calon Wali Kota Solo secara hukum tidak masalah.

Namun, secara etika tentu berbeda pembicaraan bila maju sekarang.

Demokrat Akui Serahkan Nama AHY untuk Jadi Menteri Jokowi

Waspada! Modal Gunting dan Obeng, Pelaku Ini Cuma Butuh 5 Menit Gasak Speedometer Mobil

Harta Kekayaan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin yang Kena OTT KPK, Capai Rp 20,3 M

Jadi Hotel Langganan Presiden, Ternyata Hotel Ini Juga Berhasil Masuk Daftar 20 Hotel Terbaik Asia

"Bagus kalau mau maju sebelum bapaknya (Rudy) lengser, langkah tepat itu," nilai Agus soal keputusan Rheo.

Rheo menunjukan contoh secara moral yang baik karena tidak ingin ada dinasti politik.

Menurut Agus Riwanto kepemimpinan dengan Dinasti Politik memiliki tingkat korupsi yang tinggi.

Dia mencontohkan seperti kasus di Banten yang dulu pernah terjadi dan dekat Solo Raya yakni Klaten beberapa waktu lalu.

"Dilihat kepala daerah dinasti tingkat korupsi tinggi, kami harapkan ada contoh yang baik dari elit politik," papar Agus. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved