Berita Solo Terbaru

Rumah Sakit Jiwa Solo Lebih Sering Terima Pasien Tim Sukses Usai Pesta Demokrasi

Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr Arif Zainuddin Solo lebih sering terima pasien dari tim sukses (timses) seorang calon seusai pemilihan dilaksanakan.

Rumah Sakit Jiwa Solo Lebih Sering Terima Pasien Tim Sukses Usai Pesta Demokrasi
TribunSolo.com/Adi Surya
Suasana RSJD dr Arif Zainuddin Solo, Rabu (16/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr Arif Zainuddin Solo lebih sering terima pasien dari tim sukses (timses) seorang calon seusai pemilihan dilaksanakan.

Kepala Humas RSJD dr Arif Zainuddin Solo, Totok Hardiyanto mengatakan orang-orang banyak tidak menduga, orang yang tergabung menjadi timses lebih stres daripada yang didukungnya seusai pemilihan.

"Banyak timses yang ditagih uangnya, mendapat ancaman-ancaman, ndak bisa tidur, yang kemudian membuat mereka berobat ke kami, ya, kasusnya banyak," terang pria yang akrab disapa Totok itu kepada TribunSolo.com, Rabu (16/10/2019).

"Tapi kan, mereka ndak ngomong, timses yang stress kan mereka yang menyelenggarakan, utang sana-sani, wayahe bayar, ndak bisa," tambahnya.

Totok enggan membeberkan jumlah pasti pasien berlatarbelakang timses tersebut.

"Ya, ada, mereka kebanyakan berobat jalan," ujar Totok.

Pihak rumah sakit terkadang perlu menelusuri sendiri riwayat pasien sebelum mendapatkan penanganan.

"Ada banyak yang tidak terus terang, kita telusuri sedikit penyebabnya, terkadang ada yang agak bingung, agak stres, kok meneng (diam) sendiri, dugaanya akibat pemilu," tutur Totok.

Totok mengungkapkan, RSJD dr Arif Zainuddin Solo Tak hanya berkutat pada penanganan timses yang berpenyakit jiwa, namun juga bertugas mengecek kejiwaan para calon yang berpartisipasi dalam pemilihan.

"Kan harus diuji dulu, karena ada syarat untuk cek kejiwaan, sebelum pemilihan itu kesini biasanya rombongan kita layani bisa kolektif, bisa ndak," tutur Totok

"Kalau tidak sehat gimana, bukan berarti selalu waras, banyak juga setelah dites, belum (jadi) sudah gangguan jiwa," tambahnya.

Totok menuturkan, pihak rumah sakit akan langsung melaporkan ke panitia bila ada calon yang terindikasi gangguan jiwa.

"Kalau ada indikasi ke situ, kami laporkan ke panitia," tutur Totok.

(*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved