Berita Solo Terbaru

UNS Gandeng Kemenkes Gagas Kampus Sehat, Kawasan Tanpa Rokok jadi Poin Penilaian 

Program Kampus Sehat digagas oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI).

UNS Gandeng Kemenkes Gagas Kampus Sehat, Kawasan Tanpa Rokok jadi Poin Penilaian 
TribunSolo.com/Ryantono
Kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Program Kampus Sehat digagas oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI).

Kerjasama ini ditandai dengan penandatangangan Nota Kesepahaman antara Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr. Anung Sugihantono, M.Kes dan Rektor UNS, Prof.Dr.Jamal Wiwoho di Gedung dr Prakoso UNS, Rabu (16/10/2019).

Saat ini Program Kampus Sehat masih dalam tahap uji coba.

Hanya ada 4 Universitas yaitu Universitas Indonesia, Universitas Andalas, UNS dan Majelis PP Dikti Muhamadiyah (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta).

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Anung Sugihantono mengatakan, beberapa indikator poin penilaian adalah lingkungan yang bersih, sehat dan aman.

Yogyakarta dan Solo Jadi Sasaran Teror, Pengamat : Teroris Anggap Lokasi Tersebut Global Heart

Partisipasi Pelajar dalam Pemilu di Kabupaten Klaten Meningkat

Dalam Dua Hari, Densus 88 Geledah Lima Tempat Tinggal Terduga Teroris di Sukoharjo

Chord Kunci Gitar & Lirik Air Mata Di Hari Persandinganmu - Lestari, Lagu Legendaris Ditinggal Nikah

Dia mencontohkan, ada pengelolaan sampah dan limbah yang baik, tersedia sarana dan prasarana yang memenuhi standar keamanan, kesehatan dan ramah disabiltas, terdapat kantin sehat yang menyajikan menu sehat yang bervariasi.

"Terbentuknya kawasan Zero Tolerance yaitu kawasan tanpa rokok, alkohol, dan napza, serta kawasan bebas kekerasan," papar dia.

Selain itu, adanya upaya deteksi dini faktor risiko PTM dan Kesehatan jiwa yang dilakukan secara rutin dan berkala yang disertai dengan tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan.

Selain itu, diketahui dari data yakni Penyakit Tidak Menular (PTM) meningkat secara signifikan dan menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.

"Sementara soal Penyakit Menular (PM) belum sepenuhnya teratasi dan masih menjadi momok yang menakutkan seperti HIV/AIDS, Tuberkulosis, Malaria, DBD, dan lain-lain," papar Anung Sugihantono. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved