Berita Sukoharjo Terbaru

Dam Colo Ditutup, Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo Himbau Petani Cari Potensi Sumber Air Lain

Saluran irigasi Dam Colo yang berada di Desa Pengko, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo telah ditutup akibat dari kemarau panjang.

Dam Colo Ditutup, Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo Himbau Petani Cari Potensi Sumber Air Lain
TribunSolo.com/Ryantono
Dam Colo Desa Pengko, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Saluran irigasi Dam Colo yang berada di Desa Pengko, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo telah ditutup akibat dari kemarau panjang.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Netty Harjianti, hal ini mempengaruhi kondisi pertanian di Kabupaten Sukoharjo karena sebanyak 73 persen lahan persawahan di Sukoharjo bergantung pada aliran air Dam Colo.

"Dari 14.469 sawah irigasi teknis, 73% diantaranya bergantung pada aliran air dari Dam Colo dan 27% dari irigasi provinsi maupun kabupaten," katanya.

Sehingga pada musim tanam bulan Oktober ini, Netty menghimbau kepada para petani untuk mencari alternatif sumber daya air lain.

"Potensi sawah beririgasi masih terdapat lahan seluas 1.535 hektar yang bisa ditanami dengan catatan petani bisa mencari sumber air alternatif."

Kenalan dengan Pemeran Linda Pembantu Mbak Monica yang Curi Perhatian Penonton Tukang Ojek Pengkolan

Film Perempuan Tanah Jahanam Tayang Hari Ini, Simak Sinopsisnya sebelum Menonton

PKS Dukung Presiden Jokowi Terbitkan Perppu untuk Batalkan UU KPK Hasil Revisi

"Kami sudah mengajukan bantuan pengembangan sumber air ke Kementerian Pertanian, namun karena keterbatasan anggaran, belum semua kebutuhan terpenuhi," katanya.

Netty menambahkan, Gapoktan Sri Makmur Desa Sapen pada bulan oktober ini masih bisa melakukan penananman karena mencari sumber air sendiri.

Padahal saat ini kondisi di sungai aliran Dam Colo telah ditutup.

"Mereka mencari sumber air lain dengan membuat sumur bor dan menggunakan pompa air untuk mengairi lahan pertanian," jelasnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Gapoktan Sri Makmur tersebut sebagai contoh bagi petani lainnya agar cermat dalam menentukan awal tanam.

Selain sawah irigasi teknis seluas 14.469 hektar, di Sukoharjo juga terdapat sawah irigasi setengah teknis 2.241 hektar, irigasi sederhana 1.874 hektar, dan sawah tadah hujan 1.876 hektar. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved