Sering Tak Diperhatikan, Ternyata Ini Gejala dan Risiko Keracunan Makanan

Keracunan makanan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Kondisi ini terjadi ketika apa yang kita konsumsi telah terkontaminasi, rusak atau beracu

Sering Tak Diperhatikan, Ternyata Ini Gejala dan Risiko Keracunan Makanan
ISTIMEWA
Ilustrasi keracunan makanan 

TRIBUNSOLO.COM -  Keracunan makanan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Kondisi ini terjadi ketika apa yang kita konsumsi telah terkontaminasi, rusak atau beracun karena terinfeksi lewat bakteri, virus dan parasit.

Dilansir dari laman Boldsky, bakteri yang paling umum yang menyebabkan keracunan makanan antara lain E. coli, Salmonella, dan Listeria.

Ini 5 Alasan Mengapa Liburan Bagus untuk Kesehatan Mentalmu

Dua bakteri lainnya yang juga menyebabkan keracunan makanan namun tidak terlalu dikenal adalah Campylobacter dan Clostiridium botulinum (botulism).

Sementara, virus yang umum menyebabkan keracunan makanan adalah norovirus, atau yang juga dikenal dengan nama virus Norwalk.

Virus Hepatitis A juga bisa berpindah melalui makanan.

Ada pun, kasus keracunan makanan yang disebabkan oleh parasit cenderung jarang terjadi, namun kondisi ini tetap berbahaya bagi kesehatan.

Jenis parasit yang paling umum menyebabkan keracunan makanan adalah Toksoplasma yang biasa ditemukan pada kotak pasir kucing.

Infeksi karena organisme bisa datang melalui makanan ketika diproses atau diproduksi yang kemudian terkontaminasi.

Di rumah, misalnya, makanan bisa terkontaminasi jika dimasak atau disimpan dengan cara yang salah.

Halaman
123
Editor: Reza Dwi Wijayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved