Berita Klaten Terbaru

Soal Foto Viral Bendera HTI di SMKN 2 Sragen, Ketua PC NU Klaten: HTI Harus Diberantas Hingga Akar

Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Klaten, Mujiburrahman membeberkan bahwa meskipun telah dibubarkan namun nyatanya belum total.

Soal Foto Viral Bendera HTI di SMKN 2 Sragen, Ketua PC NU Klaten: HTI Harus Diberantas Hingga Akar
Ilustrasi: Anggota Hizbut Tahrir Indonesia menolak penyelenggaraan kontes Miss World dengan berunjuk rasa di Kota Bandung, 4 September 2013. Indonesia menjadi tuan rumah kontes kecantikan dunia Miss World untuk pertama kalinya di Bali dan Bogor pada 1-14 September.(AFP PHOTO / TIMUR MATAHARI) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Meskipun kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah dibubarkan pada 19 Juli 2017, namun nyatanya hingga kini masih banyak yang mencoba menaikkan simbol tersebut ke permukaan.

Salah satunya adalah foto viral bendera HTI di SMKN 2 Sragen.

Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Klaten, Mujiburrahman membeberkan bahwa meskipun telah dibubarkan namun nyatanya belum total.

"Nuwun sewu, HTI itu memang sudah dibubarkan, tapi tindakannya ya harus konkrit lagi," katanya di sela peringatan hari santri di Alun-Alun Kabupaten Klaten, Selasa (22/10/2019) siang.

"Apalagi terkait ajarannya, ini harus dilakukan (pemberantasan)," ujarnya.

Maka dari itu, di hari santri ini pihaknya akan lebih solid dalam menjaga NKRI.

"Dan apabila stake holder negara ini tidak mampu untuk melakukan itu, kami NU akan melakukan itu semua," ujarnya.

Mujiburrahman membeberkan bahwa Indonesia merupakan negara warisan dari kiai yang harus diamankan.

Ini Lima Nama Pemain yang Tak Masuk Nomine Ballon dOr, Ada Luis Suarez hingga Neymar Junior

Hari Ini Operasi Zebra Candi 2019 Solo Dimulai, Cek Jadwal dan Sasarannya

Operasi Zebra Candi Akan Dilaksanakan Selama 14 Hari di Kabupaten Klaten, Hal Ini Perlu Diperhatikan

Chord Kunci Gitar dan Lirik Benci Untuk Mencinta - Naif : Aku Tak Tau Apa yang Terjadi

Dirinya mencontohkan sikap nabi Muhammad SAW saat berada di Madinah.

"Apa yang dilakukan NU ini sunnatullah lo ya, sama sperti nabi saat berada di Madinah, beliau saat membangun negara itu bahu membahu bersama orang-orang non islam juga," ujarnya.

Dirinya menceritakan bahwa pada 10 November 1945, ada 20 ribu santri yang meninggal saat bertempur melawan penjajah.

Sehingga perlu adanya kesadaran dari masyarakat untuk tetap mempertahankan NKRI.

Dirinya membeberkam sejarah telah membuktikan santri bersama para pejuang berperan penting dalam merebut kembali kedaulatan negara Republik Indonesia dari penjajahan.

Untuk itu PCNU Klaten mengajak semua lapisan masyarakat untuk menjaga ukhuwah wathoniyah dan ukuwah basyariyah sehingga Indonesia terbebas dari ancaman perpecahan.(*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved