Anggaran ATK 2020 Naik dari Rp 349 Miliar Jadi Rp 1,6 Triliun, Anies: Ini Namanya Mempermalukan Diri

Rencana anggaran APBD DKI Jakarta terkait pembelian alat tulis kantor jadi perhatian Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Anggaran ATK 2020 Naik dari Rp 349 Miliar Jadi Rp 1,6 Triliun, Anies: Ini Namanya Mempermalukan Diri
tribunJateng.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

"Ballpoint Rp 635 miliar. Mau contoh? Saya punya tiga laser pointer. Di tempat yang sama. Tiga. Masih mau tambah lagi?" ujar Anies Baswedan sembari memamerkan laser pointernya.

Anies Baswedan menjelaskan, bolpoin dan laser pointer tersebut dibuat di pabrik-pabrik.

Dia menyinggung, uang yang dianggarkan untuk pembelian barang-barang itu akan terus masuk pabrik.

"Di tempat ini saya punya tiga pulpen, masih mau belanja lagi? di mana-mana ini ada pulpen. Saya tanya, yang bikin ini (pulpen) siapa? pabrik. Bapak ibu kirimkan uang ke mana?," ujar Anies Baswedan.

Maka dari itu, dia meminta jajarannya berhenti melakukan penganggaran tersebut.

"Stop doing this. Berhenti mengerjakan ini," tegas Anies Baswedan.

Selain ballpoint, Anies Baswedan juga menyinggung soal anggaran kertas Rp 213 miliar, tinta printer Rp 400 miliar, stabilo Rp 3 miliar, penghapus Rp 31 miliar dan Rp 31 miliar kalkulator.

Menurut pengalamannya, mestinya anggaran alat kantor tak sebesar ini. Anies Baswedan bercerita pernah bekerja dengan membawa alat kantornya sendiri.

"Nggak usah belanja lagi, stok yang ada dibagi, per ruangan, bukan perorangan," imbuh Anies.

Dia menyebut hal-hal kecil seperti ini yang justru kerap lolos.

Halaman
1234
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved