Soal Anggaran Rp 82,8 M untuk Lem Aibon, Anies Baswedan Salahkan Sistem dan Warisan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun memberikan penjelasan dan pembelaan terkait kritik soal anggaran Rp 82,8 miliar untuk lem Aibon.

Soal Anggaran Rp 82,8 M untuk Lem Aibon, Anies Baswedan Salahkan Sistem dan Warisan
Kompas.com/Tatang Guritno
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditemui saat mengunjungi Pulau Sebira, Kabupaten Kepulauan Seribu, Selasa (16/4/2019). 

Biasanya Pemrov DKI mengunggah seluruh usulan anggaran dalam sistem elektronik APBD yang bisa diakses publik dalam link website http://apbd.jakarta.go.id.

“Ya sebenarnya itu yang saya panggil minggu lalu, saya tidak umumkan karena memang itu review internal."

"Ini ada problem sistem, yaitu sistem digital tetapi tidak smart,” ujar Anies saat ditemui di Balai Kota, Rabu (30/10/2019). 

Ia mengatakan, jika sistem penginputan itu seharusnya bisa dilakukan dengan smart system.

Soal Anggaran Lem Aibon Rp 82,8 Miliar, Wali Kota Jakbar: Bisa Jadi Salah Tulis

Dengan sistem itu, akan terlacak anggaran-anggaran yang penginputannya salah.

“Ini sistem digital tetapi masih mengandalkan manual (pengecekannya)," ucap Anies.

Menurut Anies, smart system yang digunakan dalam proses penganggaran harusnya memiliki berbagai algoritma tertentu yang bisa mendeteksi anggaran yang janggal.

Namun, karena pengecekan terhadap item-item anggaran masih dilakukan manual, tingkat lolosnya anggaran yang janggal pun terbilang tinggi.

Kesalahan warisan

Anies juga mengatakan, kesalahan sistem elektronik APBD Pemrpov DKI Jakarta ini sudah berlangsung sejak lama.

Halaman
1234
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved