Berita Sukoharjo Terbaru

Guru Besar IAIN Tidak Masalah Aturan Pemakaian Cadar Diberlakukan oleh Menag di Instansi Pemerintah

Guru Besar IAIN Surakarta, Nashruddin Baidan tidak mempermasalahkan aturan yang sedang dikaji oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Guru Besar IAIN Tidak Masalah Aturan Pemakaian Cadar Diberlakukan oleh Menag di Instansi Pemerintah
INTERNET
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Nashruddin Baidan tidak mempermasalahkan aturan yang sedang dikaji oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Saat ini, Kemenag berencana melarang penggunan cadar untuk masuk ke instansi milik pemerintah.

Hal itu ia karena alasan keamanan, usai penusukan mantan Menkopolhukam Wiranto.

Menanggapi hal itu, Nashruddin mengatakan aturan tersebut tidak ada masalah jika diberlakukan.

"Niat Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi dengan cadar tidak jadi masalah," jelasnya kepada TribunSolo.com, Jumat (1/11/2019).

"Kenapa jadi problem, karena ada kelompok yang maunya pakai cadar," kata dia.

Menurut dia, instruksi larangan penggunaan cadar hanya saat di dalam instansi pemerintah, itu tidak ada yang aneh.

MenPan-RB Tanggapi soal Wacana Aturan Larangan Cadar bagi ASN, Setuju Atau Tidak?

Menag Fachrul Razi Bicara soal Cadar: Bukan Ukuran Ketaqwaan, tapi Silakan Kalau Mau Pakai

Heboh Crosshijaber: Komunitas Pria Pakai Hijab, Gamis & Cadar, Nekat Masuk Masjid juga Toilet Wanita

Dikatakan, pada dasarnya pakaian itu untuk menjaga diri kita, baik mau menggunakan cadar atau tidak.

"Cadar itu model berpakaian, untuk menjaga diri agar orang tidak mengganggu," imbuhnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bercadar di tengah masyarakat, khususnya di Indonesia terdapat beberapa hal yang dinilai merugikan si pengguna cadar.

Karena ada sebagian orang yang canggung dengan orang yang makai cadar.

"Di Jakarta pernah ada kasus ada orang bercadar yang mengalami kecelakaan, dan ada tetangganya lewat namun tidak ditolong, karena dia tidak tahu kalau yang mengalami musibah itu tetangganya, dan takut kalau suami dari wanita bercada itu marah," aku dia.

"Artinya dengan bercadar, ada hal-hal yang membuat rugi, makanya Nabi (Muhammad) juga tidak merekomendasikan menggunakan cadar," jelasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved