Breaking News:

UMK Solo 2020 Disepakati Rp 1,95 Juta, Apindo Pastikan Sudah Mengacu pada Peraturan Pemerintah

Wahyu Hariyanto, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Surakarta, menyebutkan kenaikan tersebut sudah sesuai dengan PP No. 78/2015.

Editor: Hanang Yuwono
Thinkstock
Ilustrasi UMK Solo 2020 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) pada tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 8.51 persen.

Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-m/308/HI.01.00/X/2019 pada tanggal 15 Oktober 2019, tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019, kenaikan UMP 2020 akan berlaku di 34 provinsi di Indonesia.

Melalui rapat yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan bersama buruh dan pengusaha, UMK di Solo disepakati naik menjadi Rp 1.956.000.

Sebelumnya, UMK di Solo adalah sebesar Rp 1.802.700.

UMK Sukoharjo 2020 Diusulkan Rp 1.938.000, Secara Prosentase Naik Lebih Tinggi dari UMK Solo

Wahyu Hariyanto, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Surakarta, menyebutkan kenaikan tersebut sudah sesuai dengan PP No. 78/2015 tentang Pengupahan.

"Untuk UMK ini, Apindo menghormati karena sudah dijalankan sesuai PP No. 78," ujar Wahyu kepada Tribunnews, melalui sambungan telepon, Jumat (1/11/2019).

Wahyu menambahkan, PP No. 78/2015 sudah menjadi pedoman yang digunakan para pengusaha, pemerintah, dan serikat pekerja.

Kenaikan UMK Solo saat ini pun, menurut Wahyu, sudah sesuai karena perhitungannya sudah mengacu pada peraturan yang ada.

Terkait UMK Klaten 2020, Serikat Pekerja Klaten akan Ikuti Kesepakatan

Ia menyebutkan, perhitungan UMK Solo dilakukan dengan mekanisme perhitungan tingkat inflasi dan tingkat perkembangan ekonomi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved