Berita Sukoharjo Terbaru

Tanggul Bengawan Solo di Mojolaban Retak Parah, Relawan Akan Laporkan ke BBWSBS dan BPBD Sukoharjo

Relawan Siaga Bencana dari Desa Laban, Mojolaban, Sukoharjo khawatir dengan kondisi tanggul Bengawan Solo karena mengalami keretakan cukup parah.

Tanggul Bengawan Solo di Mojolaban Retak Parah, Relawan Akan Laporkan ke BBWSBS dan BPBD Sukoharjo
TribunSolo.com/Agil Tri
Tanggul Bengawan Solo di Desa Laban, Mojolaban, Sukoharjo mengalami keretakan cukup parah, Rabu (6/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Relawan Siaga Bencana dari Desa Laban, Mojolaban, Sukoharjo khawatir dengan kondisi tanggul Bengawan Solo karena mengalami keretakan parah.

Menurut Tim Siaga Bencana Desa Laban, Darmaji, ada beberapa titik tanggul yang mengalami keretakan sehingga dikhawatirkan akan merusak kontruksi tanah.

Apalagi sebentar lagi musim penghujan akan tiba.

"Keretakan ini sudah terjadi sekitar bulan Agustus lalu, dan saat ini kondisinya semakin parah karena sedang terjadi musim kemarau panjang," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (6/11/2019).

Dia menuturkan, tahun lalu keretakan juga sempat terlihat di lokasi tanggul, namun kondisinya tidak separah tahun ini.

"Yang kemarin sudah dilakukan perbaikan dengan ditambal pada awal tahun ini, tapi sekarang retak lagi dan kondisi cukup parah dengan ke dalamannya itu beberapa centimeter (cm)," jelasnya.

Keretakan ini dianggap membahayakan masyarakat, karena tanggul dikhawatirkan bisa longgor ketika musim penghujan datang.

Tanggulani Bencana Kekeringan di Watu Bonang, Pemkab Sukoharjo akan Buat 3 Sumur Dalam

Yayasan yang Menaungi Eks Napiter di Jateng Siap Bersinergi dengan Pemerintah Tanggulangi Terorisme

Untuk mengatisipasi semakin parahnya kerusakan tanggul, pihaknya akan melaporkan kerusakan ini pada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo.

"Dari Pemdes malah mau memperbaiki, tapi hanya ditambal seperti dulu, tapi pastinya kapan belum tahu," terangnya.

Sementara itu Kadus 2 Desa Laban, Eka Fajrin mengatakan penanganan maksimal akan dilakukan mengingat kondisinya parah.

Dikhawatirkan kalau saat hujan turun, air akan masuk ke tanah dan itu bisa merusak kontruksi tanggulnya juga.

"Tahun ini rencana kami perbaiki, jadi saat musim hujan tiba kondisinya sudah menutup," jelas dia.

"Itu efek dari kekeringan, jadi harus segera dibenahi," ujar dia menekankan. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved