Viral Kisah 'Layangan Putus' yang Pengaruhi Emosi Warganet, Begini Kata Psikolog

Layangan putus menceritakan seorang istri dengan empat orang anak yang ditelantarkan suami demi perempuan lain.

Viral Kisah 'Layangan Putus' yang Pengaruhi Emosi Warganet, Begini Kata Psikolog
Kolase Instagram/ Kompas.com (Facebook Mommi Asf)
Jejak Akun Diduga Mommy ASF, Penulis Cerita Viral Layangan Putus di Instagram Ricky Zainal. 

TRIBUNSOLO.COM - Dalam beberapa hari belakangan, kisah Layangan Putus viral di media sosial.

Layangan putus menceritakan seorang istri dengan empat orang anak yang ditelantarkan suami demi perempuan lain.

Banyak warganet yang bersimpati atas kisah Layangan Putus, berkomentar, dan membagikan ulang utas tersebut.

Warganet tidak hanya bersimpati, tapi ada yang sampai mencaci maki sang suami dan perempuan yang dicurigai sebagai pelakor dalam kisah tersebut.

Dalam artikel sebelumnya dijelaskan, emosi bisa muncul setelah membaca kisah Layangan Putus karena seseorang memiliki pengalaman serupa.

KKN di Desa Penari Difilmkan, Manoj Punjabi Jawab Teka-teki soal Sosok Asli SimpleMan, Widya dan Nur

"Kenapa itu bisa menggugah, kisah (Layangan Putus) mungkin dekat dengan apa yang pernah mereka alami atau yang dialami sama orang terdekat (pembaca)," kata Pingkan Rumondor, psikolog klinis dewasa yang ahli di bidang hubungan relationship, keluarga, dan pernikahan itu.

"Jadi ketika ada situasi yang mirip, otak kita akan bekerja (dan) mengingatkan pada perasaan yang mirip juga yang pernah kita alami," imbuh Pingkan dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (6/11/2019).

Simpati yang muncul kemudian dapat menyulut emosi pembaca - entah marah, kecewa, atau sedih - dan akhirnya disampaikan melalui komentar-komentar, termasuk komentar jahat yang dapat melukai hati.

Komentar jahat yang sampai melukai hati seseorang, sebenarnya masuk dalam kategori cyberbullying.

Lantas, kenapa warganet sampai merisak seseorang, padahal kebenarannya pun belum jelas?

Halaman
123
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved