Buron Interpol Amerika Serikat Ini Kabur Dari Rumah Detensi, Pihak Imigrasi Tak Tahu Menahu

Ia menjadi buronan Interpol karena melakukan skimming di Amerika Serikat dengan nilai kejahatan mencapai Rp 7 triliun

Buron Interpol Amerika Serikat Ini Kabur Dari Rumah Detensi, Pihak Imigrasi Tak Tahu Menahu
dokumentasi imigrasi/Shutterstock
Buronan Pemerintah Amerika Serikat, Rabie Ayad Abderahman (30), kabur dari rumah detensi Imigrasi Ngurah Rai, Bali 

TRIBUNSOLO.COM - Buron Interpol Amerika Serikat dengan nilai kejahatan RP 7 Triliun bernama Rabie Ayad Abderahman (30), diduga kabur dari rumah detensi Imigrasi Ngurah Rai, Bali.

Rabie Ayad diduga kabur saat hendak ditahan di Lapas Kerobokan. Namun pihak imigrasi mengaku tak tahu-menahu dengan kaburnya warga berkebangsaan Lebanon ini.

Chord Gitar dan Lirik Lagu Stasiun Balapan - Didi Kempot, Lagu yang Menceritakan Kenangan Kota Solo

Soal Temuan Desa Siluman, Ganjar Pranowo: Panggil Saja Bupatinya maka Selesai

Sebelumnya Rabie Ayad dititipkan di rumah detensi Imigrasi Ngurah Rai. Ia menjadi buronan Interpol karena melakukan skimming di Amerika Serikat dengan nilai kejahatan mencapai Rp 7 triliun. 

Untuk menghilangkan jejak, ia diduga kerap berpindah-pindah negara.

"Kami ada ekstradisi dari pemerintahan Amerika. Namanya Rabie Ayad Abderahman. Sudah ada penetapan dari Pengadilan Tinggi (Denpasar). Tapi, saat hendak kami jemput di Imigrasi ternyata lepas," jelas Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Bali Didik Farkhan Alisyahdi, Jumat (8/11/2019) kemarin.

Ditanya lebih detail kaburnya Rabie Ayad, Didik meminta para awak media mengkonfirmasi ke pihak imigrasi.

"Termohon ekstradisi yang kami titipkan itu ternyata keterangan dari imigrasi kabur, katanya. Nah monggo (silakan) gimana kaburnya silakan konfirmasi ke imigrasi," jawab jaksa yang sebelumnya bertugas di Jawa Timur sebagai Aspidsus Kejati Jatim ini.

Dengan kaburnya buronan Amerika tersebut, pihak kejaksaan akan bersurat ke pihak imigrasi.

Salah satu yang ditanyakan bagaimana termohon bisa lepas.

"Kami dari pihak intel juga akan melakukan pemeriksaan kenapa bisa sampai lepas," ujarnya.

Halaman
123
Editor: Eka Fitriani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved