Buron Interpol Amerika Serikat Ini Kabur Dari Rumah Detensi, Pihak Imigrasi Tak Tahu Menahu

Ia menjadi buronan Interpol karena melakukan skimming di Amerika Serikat dengan nilai kejahatan mencapai Rp 7 triliun

Buron Interpol Amerika Serikat Ini Kabur Dari Rumah Detensi, Pihak Imigrasi Tak Tahu Menahu
dokumentasi imigrasi/Shutterstock
Buronan Pemerintah Amerika Serikat, Rabie Ayad Abderahman (30), kabur dari rumah detensi Imigrasi Ngurah Rai, Bali 

Menurut Didik, Rabie Ayad ditangkap tanggal 19 April 2018 di Hotel Lerina Denpasar oleh petugas kepolisian dari Polda Bali setelah ada red notice dari Interpol.

Setelah ditangkap, pihak jaksa telah memohon ekstradisi ke lembaga pengadilan.

Pengajuan sidang itu dilakukan atas permohonan ekstradisi pemerintah Amerika Serikat ke Indonesia.

Awalnya permohonan ekstradisi ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Kemudian jaksa melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar. Hasilnya banding dikabulkan. "Tetapi termohon ekstradisi menurut keterangan imigrasi kabur," terangnya.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar menolak ekstradisi Rabie Ayad dengan alasan error in persona.

Hakim meyakini Rabie Ayad yang dimaksud dan menjadi buronan Interpol bukanlah yang dihadapkan di persidangan.

Hakim menilai nama Rabie Ayad dengan yang di paspor berbeda. Saat itu, hakim memerintahkan jaksa mengeluarkan Rabie Ayad yang sebelumnya ditahan di Lapas Kelas IIA Kerobokan.

Karena permohonan ditolak hakim pengadilan tingkat pertama, jaksa kemudian mengajukan banding.

Selanjutnya, pada 28 Oktober banding jaksa diterima PT Denpasar. Hakim PT Denpasar mengeluarkan surat penetapan penahanan Rabie Ayad.

Halaman
123
Editor: Eka Fitriani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved