Pilkada Solo 2020

PAN Sebut PDI-P Jadi 'Barometer Politik' di Pilkada Solo 2020, Ini Penjelasannya

Partai Amanat Nasional (PAN) menilai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menjadi barometer politik dalam Pilkada Solo 2020.

PAN Sebut PDI-P Jadi 'Barometer Politik' di Pilkada Solo 2020, Ini Penjelasannya
TribunSolo.com/Adi Surya
Ketua MPP DPD PAN Kota Solo, Umar Hasyim (tengah) sedang berdiri menyanyikan mars Muhammadiyah saat acara pelantikan pemimpin daerah Pemuda Muhammadiyah Solo di Balai Muhammadiyah, Jumat (20/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Partai Amanat Nasional (PAN) menilai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menjadi barometer politik dalam Pilkada Solo 2020.

"PDI-P jadi barometernya, baik tokoh-tokoh yang mau mencalonkan diri maupun partai-partai politik di Kota Solo," ujar Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PAN Jawa Tengah, Umar Hasyim kepada TribunSolo.com, Kamis (30/10/2019).

"Itu karena kondisi di Solo tidak sehat dalam arti peta politiknya," imbuhnya membeberkan.

Umar mengatakan itu bukan tanpa alasan.

Menurutnya, partai-partai politik lain tidak cukup punya nyali untuk mengusung calon-calon di luar PDI-P.

Antisipasi Kecurangan di Pilkada Solo 2020, Bawaslu Siapkan Kampung Pengawas Pemilu, Apa Tugasnya?

"Begitu juga, calon-calon itu sendiri tidak cukup punya nyali kalau tidak menyalon di PDI-P," ujar Umar.

Umar menambahkan, peta politik Solo yang tak sehat juga disebabkan kekuatan politik yang tidak berimbang.

"Peta politiknya tidak sehat karena terlalu jomplangnya kekuatan politik antara satu partai dengan partai lain," tutur Umar.

"Dalam hal ini PDI-P dengan partai-partai politik yang lain," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved