Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kecamatan Tulungagung Gelar Tradisi Sebaran Duit

Siswi kelas 4 SD ini mengaku mendapat empat bungkusan uang receh, yang totalnya Rp 2000

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kecamatan Tulungagung Gelar Tradisi Sebaran Duit
TRIBUNJATIM.COM
Para ustazah melempar uang ke arah anak-anak untuk diperebutkan 

TRIBUNSOLO.COM - Siswi kelas 4 SD, Sania Hana (10) tersenyum ceria, usai mendapatkan sejumlah uang koin hasil rebutan.

Sementara di tangannya terdapat sejumlah kue yang didapatnya dari rebutan.

Sempat Ajak Suporter Boikot Timnas, Vijaya Kini Ingin Perbaiki Sepak Bola Indonesia Lewat Klub  

Kebakaran Hutan Di Gunung Semeru Akhirnya Berakhir Karena Hujan

Siswi kelas 4 SD ini mengaku mendapat empat bungkusan uang receh, yang totalnya Rp 2000.

"Uangnya nanti akan saya tabung," ucap Sania malu-malu.

Sania adalah salah satu dari puluhan santri yang ikut tradisi sebaran duit (uang) dan rebutan jajan di Perdikan Tawangsari, di Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jumat (8/11/2019).

Tradisi ini sudah ada sejak pertama kali berdirinya Perdikan Tawangsari, di era Kerajaan Mataram Islam, untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tawangsari hingga kini berkembang menjadi pusat Islam dengan ciri khas budaya Jawa.

Menurut Ketua Yayasan Paguyuban Setono Dalem Tawangsari (Pasendari), M Abdillah Subkhin falsafah sebaran duit, melambangkan Allah SWT yang memberikan rezeki pada manusia.

"Allah memberikan rezeki secara merata, tapi yang kita terima tidak sama. Bisa karena kurang usaha bisa karena keberuntungan," ujar M Abdillah Subkhin.

Sedangkan, rebutan jajan adalah tradisi yang dikhususkan untuk anak-anak.

Halaman
12
Editor: Eka Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved