Proyek Tol Solo Jogja

4 Fakta Jelang Proyek Tol Solo-Jogja, Tunggu Penlok, Amankan Sumber Air & Situs hingga Angkat UMKM

Realisasi pembangunan Tol Solo-Jogja yang sudah dibahas Kementerian PUPR, pemerintah provinsi hingga daerah, di antaranya Pemkab Klaten di depan mata.

4 Fakta Jelang Proyek Tol Solo-Jogja, Tunggu Penlok, Amankan Sumber Air & Situs hingga Angkat UMKM
TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi
Anteran kendaraan kawasan exit Tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi saat arus mudik Lebaran 2019 di kawasan Ngasem, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jateng. 

Namun, masih ada pertimbangan terkait lebar pada kedua sisi jalan tol.

"Acuan dari Bina Marga itu lebar 1:4 tapi Pemkab Klaten minta mintanya 1:2," katanya.

"Jika trase nanti sudah ditetapkan, baru nanti sosialisasi dan pelaksanaan kaitannya dengan pembebasan lahan," ujarnya.

"Kalau penlok-nya belum ya berarti pembebasannya masih lama," katanya.

Dia menambahkan Kabupaten Klaten akan menjadi daerah terluas yang terdampak proyek Tol Solo-Jogja.

Lahan terdampak proyek tol diperkirakan mencapai 608 hektare (ha).

Yakni diperkirakan ada 45 desa di 9 kecamatan yang bakal tergilas Tol Solo-Jogja

Mayoritas lahan terdampak yakni sawah dengan persentase 73,91 persen.

"Ditargetkan, proyek jalan tol tersebut bisa dimulai pada 2020," jelasnya.

Adapun diperkirakan pintu keluar tol atau exit tol bakal berada di tiga wilayah yakni Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo, Desa/Kecamatan Ngawen, serta desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo.

Halaman
1234
Penulis: Eka Fitriani
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved