Berita Terbaru Sukoharjo

Ratusan Siswa Al Azhar Solo Baru Gelar Simulasi Bencana Tanggap Bencana

Ratusan siswa SMA Islam Al Azhar 7 Solo Baru Sukoharjo mengikuti simulasi tanggap bencana di lingkungan sekolah, Selasa (13/11/2019).

Ratusan Siswa Al Azhar Solo Baru Gelar Simulasi Bencana Tanggap Bencana
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Sejumlah siswa saat mengikuti simulasi bencana, di Al Azhar Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Selasa (13/11/2019). 

Laporan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Ratusan siswa SMA Islam Al Azhar 7 Solo Baru, Sukoharjo, mengikuti simulasi tanggap bencana di lingkungan sekolah, Selasa (13/11/2019).

Pelatihan bencana diberikan langsung oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Tengah yang menurunkan sebanyak 10 personelnya dan dibantu tim PMR dari sekolah setempat.

Ada sekitar 700 siswa SMP dan SMA Al Azhar yang mengikuti kegiatan simulasi bencana ini.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari edukasi bagi para siswa untuk melatih kesigapan sekolah ketika terjadi bencana yang sesungguhnya terutama gempa bumi.

"Simulasi untuk memberikan pengarahan sekaligus praktik langsung kepada siswa tentang langkah-langkah yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi gempa bumi saat aktivitas belajar di sekolah," kata Koodinator lapangan dari Basarnas Jawa Tengah Tri Puji.

Menurutnya, simulasi bencana sengaja dilakukan sejak dini untuk mengenal atau mendeteksi datangnya bencana.

Apalagi di Indonesia termasuk negara yang rawan bencana gempa bumi dan hal itu sering terjadi di berbagai daerah.

"Tujuan simulasi sendiri memberikan edukasi kepada seluruh siswa terutama tim PMR agar saat terjadi bencana dalam melakukan evakusi secara mandiri," jelasnya

Setelah mengikuti simulasi ini, para siswa diharapkan tidak panik dan bisa bertindak sesuai prosedur yang benar saat terjadi bencana.

Direktur Pendidikan Al Azhar Solo Baru Sukoharjo Kartika Dewi menambahkan, simulasi sangat penting agar siswa tidak panik dan melakukan prosedur dengan benar saat terjadi gempa.

"Sebelumnya tim Basarnas juga sudah berkali-kali memberikan edukasi teori baik kepada Guru dan Staf serta siwa tentang tanggap bencana," katanya.

Dia mengatakan, digedung sekolah sendiri sudah dipasangi berbagai rambu petunjuk evakuasi jika terjadi bencana.

Gedung sekolah sudah dilengkapi beberapa jalur evakuasi jika terjadi bencana.

Pihaknya berharap hasil simulasi dapat dipergunakan sebagai pembelajaran bagi para siswa, sehingga jika suatu saat terjadi bencana alam yang sesungguhnya mereka siap menolong dirinya sendiri. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved