Breaking News:

Pilu, Begini Kisah Asep yang Hidup Sebatang Kara dan Hadapi Sakit hingga Mati Membusuk di Kontrakan

Ruangan bercat biru dengan ukuran 3x4 meter menjadi saksi bisu akhir dari hidup Asep, tukang kopi yang berusia kurang lebih 50 tahun.

(KOMPAS.COM/WALDA MARISON)
Lokasi tempat ditemukannya Asep dalam keadaan membusuk di gang Gaya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (15/11/2019) 

"Saudaranya enggak ngurus. Sudah tahu sakit, sakitnya komplikasi, enggak ada yang nengok. Kadang almarhum enggak kelihatan tiga hari, saudaranya enggak ada yang datang, jarang nengokinnya," kata Tarjo.

Karena beban itulah, kadang Tarjo melihat Asep kerap minder dengan tetangga lain.

Mungkin malu dengan penyakitnya atau karena tidak mau merepotkan orang lain.

"Orangnya kayaknya minder sama orang. Kalau saya lihatin dia kalau mau keluar dia bolak balik naik turun. Pas saya enggak ada, dia baru keluar," ucap dia.

Namun kini nasi sudah menjadi bubur.

Keluarkan Bau Busuk, Sesosok Mayat Ditemukan Membusuk di Dalam Koper hingga Bikin Heboh Warga Bogor

Nampaknya sudah tidak ada guna lagi menjenguk Asep. Asep sudah meninggal dan membusuk saat ditemukan tiga hari kemudian.

Dia ditemukan membusuk di dalam kamar pada Jumat (15/11/2019) pagi tadi.

"Tiba-tiba cium kok bau bangkai tikus, orang tetangga bilang gitu. Digedor-gedor pintu enggak nyahut, tiba tiba tengok jendela udah bengkak (badannya)," jelas Tarjo.

Asep meninggal dalam kesendirianya, mengunci diri di kamar dan membiarkan bau busuknya menjadi pertanda bagi orang sekitar jika dia telah tiada.

Jasad Asep pun sudah dibawa ke RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan.

Sanak keluarga pun sudah berada di sana guna mengatar Asep ke peristirahatan terakhir.

(Walda Marison)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Pilu Asep, Sebatang Kara Hadapi Komplikasi Penyakit hingga Ditemukan Membusuk di Kontrakan"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved