Demi Mencegah Radikalisme, Pemerintah Akan Intensifkan Ideologi Pancasila Di Kalangan ASN 

Sebelumnya, pemerintah meluncurkan portal khusus pengaduan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terpapar radikalisme

Demi Mencegah Radikalisme, Pemerintah Akan Intensifkan Ideologi Pancasila Di Kalangan ASN 
TRIBUNNEWS.COM
Mendagri Tito Karnavian di Istana Wakil Presiden, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019) 

TRIBUNSOLO.COM - Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Tito Karnavian membeberkan bahwa pemerintah akan mengintensifkan ideologi pancasila pada aparatur sipil negara (ASN).

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme dikalangan abdi negara.

Terungkap, Arti La pada Nama La Lembah Manah Cucu Jokowi, Begini Penjelasan Gibran Rakabuming

Rizal Ramli Tak Setujui Ahok Jadi Pemimpin BUMN, Anggap Ahok Bermasalah 

"Pencegahan diantaranya kita dengan mengintensifkan ideologi pancasila, karena idelogi radikal bisa kalah hanya dengan ideologi yang baik," kata Tito saat ditemui di Istana Wakil Presiden (Wapres), Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019).

Selain itu ujar Tito, pada proses rekrutmen CPNS 2019 KemenPAN-RB akan memasukan materi pancasila.

"KemenPAN-RB rekrutmen perlu ada materi yang berhubungan dengan pancasila," ujar Mantan Kapolri ini.

Sebelumnya, pemerintah meluncurkan portal khusus pengaduan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terpapar radikalisme.

Penandatangan Surat Keputusan Bersama (SKB) penanganan radikalisme ASN itu dilakukan 11 Kementerian atau Lembaga, yakni KemenPAN RB, Kemenko Polhukam, Kemendagri, Kemenag, Kemenkominfo, Kemendikbud, Kemenkumham, BIN, BNPT, BPIP, dan BKN, serta KPK dan KASN, di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Selasa (12/11).

Masyarakat dapat melaporkan tindakan atau perbuatan ASN, berupa radikalisme negatif yang meliputi intoleran, anti-pancasila, anti-NKRI, dan menyebabkan disintegrasi bangsa, di laman beralamat aduanasn.id.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul : Cegah Radikalisme di ASN, Mendagr: Pemerintah Intensifkan Ideologi Pancasila

Editor: Eka Fitriani
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved