PKS Tegaskan Jadi Oposisi, Ingin Jaga Etika Politik Di Indonesia

Presiden PKS Sohibul Iman menegaskan, partainya akan menjalankan fungsi check and balance atau menjadi penyeimbang pemerintah

PKS Tegaskan Jadi Oposisi, Ingin Jaga Etika Politik Di Indonesia
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Presiden PKS Sohibul Iman saat ditemui di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (14/11/2019) 

TRIBUNSOLO.COM - Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) kini secara resmi telah menyatakan sikap politiknya yakni tetap menjadi oposisi terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo selama lima tahun ke depan.

Presiden PKS Sohibul Iman menegaskan, partainya akan menjalankan fungsi check and balance atau menjadi penyeimbang pemerintah sambil berusaha mengambil hati masyarakat.

Cucu Ketiga Presiden Jokowi Bernama La Lembah Manah, Apa Arti Nama La yang Dimaksud Gibran?

Meski Baru Saja Melahirkan, Selvi Ananda Masih Tampil Cantik, Intip Foto-fotonya di Ruang Bersalin

"Kita jalankan fungsi check and balance dan berusaha mengambil hati rakyat selama lima tahun ke depan," ujar Sohibul saat memberikan arahan kepada ratusan kader PKS di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (14/11/2019). Sohibul menegaskan bahwa partainya ingin menjaga etika politik dalam negara demokrasi.

Ia mengatakan, dalam sebuah negara demokrasi seperti Indonesia, dibutuhkan kekuatan oposisi atau penyeimbang untuk mengawasi jalannya pemerintahan.

"Rasanya aneh bila dalam negara yang menganut sistem demokrasi, semuanya menjadi bagian dalam pemerintahan," kata Sohibul.

"Maka PKS ingin menjaga kepantasan demokrasi ini. Ingin menjalankan sistem penyeimbang. Ingin menyelamatkam demokrasi Indonesia," tutur dia. Menurut Sohibul, banyak pihak yang berharap PKS tetap konsisten pada sikapnya dengan tetap menjadi oposisi dan tidak bergabung ke dalam pemerintahan.

Banyak pihak pula yang berpandangan bahwa PKS akan meraup suara lebih banyak di Pemilu 2024 jika tetap konsisten dengan sikapnya tersebut.

Namun, Sohibul menekankan para kadernya untuk bekerja keras di tengah masyarakat agar mampu meraih target suara yang lebih tinggi dari Pemilu 2019. "Kita harus konsisten dalam garis perjuangan kita. Maka, PKS ingin konssisten dengan garis perjuangan tersebut," ujar Sohibul.

"Jadi jelas, PKS insya Allah akan tetap berada di luar pemerintahan Pak Jokowi selama lima tahun ke depan," ucapnya.

Lebih lanjut Sohibul mengatakan, DPP PKS akan mencanangkan 2020 sebagai tahun rekrutmen. Ke depan, kata Sohibul, PKS akan merekrut kader sebanyak mungkin untuk memenangi Pilkada, Pemilu, dan Pilpres 2024.

"Kita fokuskan untuk merekrut sebanyak-banyaknya anggota, berjuang bersama memenangi Pilkada dan Pemilu serta Pilpres 2024," ujar Sohibul(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Resmi Jadi Oposisi, PKS Akan Berusaha Menarik Hati Rakyat

Editor: Eka Fitriani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved