Situs Porno dan Radikal Sulit Diblokir, Kendalanya Malah di Kominfo Sendiri? Berikut Penjelasanya

Pemerintah bukan tinggal diam melihat fenomena itu, dan sudah berusaha memblokir atau menghapus setiap ada kesempatan.

Situs Porno dan Radikal Sulit Diblokir, Kendalanya Malah di Kominfo Sendiri? Berikut Penjelasanya
Grid.ID
Ilustrasi Situs Web 

TRIBUNSOLO.COM - Semakin berkembangnya dunia digital saat ini, ada efek negatif yang dihadapi masyarakat dan pemerintah.

Selain banyaknya konten porno yang muncul, bertebaran pula konten-konten berbau radikal yang begitu mudah diakses.

Pemerintah bukan tinggal diam melihat fenomena itu, dan sudah berusaha memblokir atau menghapus setiap ada kesempatan.

Namun, menurut Deputi Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irfan Idris, pemblokiran situs radikal masih terhambat aturan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Padahal, menurut dia, situs-situs radikal masih menjadi sumber pembelajaran para teroris yang bergerak secara individu.

Menurut Irfan, pada 2014, pihaknya sudah menyisir situs yang terindikasi memiliki konten radikal.

Menkominfo Beberkan Susahnya Berantas Situs Porno

Penyisiran ini dilakukan setiap hari terhadap konten yang menyebarkan narasi jihad ke Suriah, perang, bunuh diri, dan sebagainya.

"Itu kita laporkan ke Kemenkominfo sejak 2014."

"Namun, ternyata ada peraturannya (di Kemenkominfo) tentang tindakan (pemblokiran), yakni diundang dulu, diberitahukan dulu adminnya. Kalau tak ada perubahan baru ada teguran," ujar Irfan usai mengisi diskusi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (16/11/2019).

Teguran tidak dilakukan dalam satu kali.

Halaman
12
Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved