PKS: Jangan Suka Berkomentar Masalah Agama yang Tidak Kita Pahami

Anggota DPR RI dari fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin, meminta semua pihak tidak sembarangan memberikan pernyataan terkait keagamaan.

PKS: Jangan Suka Berkomentar Masalah Agama yang Tidak Kita Pahami
Tribun Jabar/Dony Indra Ramadhan
Sukmawati Soekarnoputri 

TRIBUNSOLO.COM - Anggota DPR RI dari fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin, meminta semua pihak tidak sembarangan memberikan pernyataan terkait keagamaan.

Hal itu disampaikannya menanggapi kontroversi Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Presiden Soekarno dengan Nabi Muhammad SAW pada diskusi “Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme” dalam rangka peringatan Hari Pahlawan.

"Saya kira menjadi pelajarannya kita jangan suka berkomentar masalah agama yang kita tidak pahami, ini kontra produktif ya, walaupun dia niatnya baik tapi cara penyampaiannya begitu ya," kata Andi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019), seperti dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com.

Menurutnya, sebagai tokoh masyarakat Sukmawati tidak mengeluarkan pernyataan kontroversi yang bisa menyulut kemarahan umat.

Untuk itu, dia menyarankan agar Sukmawati memberi klarifikasi sekaligus meminta maaf di depan publik.

Soal Statemen Sukmawati, PKS: Hal Ini Bisa Menimbulkan Kegaduhan yang Tidak Perlu

"Saya kira kita minta beliau bisa memberikan klarifikasi dan permintaan maaf. Saya kira sangat mulia kita itu ya kalau ada namanya keselip lidah gitu, kita minta maaf," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sukmawati dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh organisasi masyarakat Forum Pemuda Islam Bima, Sabtu (16/11/2019).

Laporan terhadap Sukmawati itu dilayangkan atas nama Imron Abidin yang mewakili Forum Pemuda Islam Bima.

Kuasa hukum pelapor Dedi Junaedi mengatakan, Sukmawati dilaporkan karena pernyataannya di salah satu forum diskusi.

"Ibu Sukmawati kan sedang mengadakan forum diskusi masalah radikalisme dan terorisme."

Halaman
12
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved