Sekolah dan Waterboom di Sragen Ambruk
UPDATE Jumlah Korban Ambruknya Aula SMK 1 Miri Sragen Sebanyak 15 Orang
Hingga pukul 20.46 WIB, diketahui ada 15 orang yang menjadi korban runtuhnya aula SMK 1 Miri Sragen, Rabu (20/11/2019).
Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Hingga pukul 20.46 WIB, diketahui ada 15 orang yang menjadi korban runtuhnya aula SMK 1 Miri Sragen, Rabu (20/11/2019).
Data tersebut dijabarkan Guru Animasi SMKN 1 Miri Sragen, Munaa (23).
Awalnya data yang masuk adalah 22 orang yang dirujuk ke rumah sakit.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan ada sebanyak 15 yang terdata menjadi korban dari kejadian tersebut.
"Sisanya itu mungkin rawat jalan atau gimana kami masih data perkembangan," terang Munaa pada TribunSolo.com, Rabu (20/11/2019).
• Aula SMK 1 Miri yang Ambruk Rencananya akan Digunakan untuk Pertemuan Kantor Cabang
• Cerita Guru SMK 1 Miri saat Bencana Datang: Tak Bisa Lihat Apa-apa, Kejadian Tak Sampai 3 Menit
• Aksi Heroik Siswa SMK 1 Miri Sragen, Bantu Selamatkan Teman yang Tertimpa Bangunan Aula yang Ambruk
Pihaknya mengatakan, data yang masuk tersebut juga dilaporkan pada pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
Korban mayoritas adalah siswa kelas 10 dan ada pula dari kelas 11, 12.
Sebelumnya, angin kencang juga memporakporandakan Waterboom Kwangen Indah, Sragen, pada Rabu (20/11/2019).
Waterboom tersebut berada di lokasi yang berdekatan dengan SMK 1 Miri Sragen yang aulanya juga roboh diterjang puting beliung.
Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Miri bagian Kesiswaan, Sutarno (45), membenarkan hal tersebut.
"Iya waterboom ada yang kena, tapi kami itu enggak fokus ke situ," papar Sutarno, Rabu (20/11/2019).
Pihaknya mengaku fokus untuk memberikan perawatan pada para siswanya yang terluka akibat tertimpa bangunan aula joglo yang diberi nama Green Hall. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/bangunan-smk-negeri-1-miri-sragen-ambruk.jpg)