Reaksi Tokoh Nahdliyin di Daerah Dapati Sukmawati Bandingkan Bung Karno dengan Nabi Muhammad

PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar, meminta masyarakat untuk tetap tenang menyikapi kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati.

Reaksi Tokoh Nahdliyin di Daerah Dapati Sukmawati Bandingkan Bung Karno dengan Nabi Muhammad
Tribun Jabar/Dony Indra Ramadhan
Sukmawati Soekarnoputri 

TRIBUNSOLO.COM - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim), KH Marzuki Mustamar, meminta masyarakat untuk tetap tenang menyikapi kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarnoputri.

Ajakan tersebut merupakan respons KH Marzuki Mustamar terhadap adanya tuntutan dari ratusan ulama, kiai, ustaz dan santri yang tergabung dalam 'Gerakan Umat Islam Pamekasan' yang meminta kepada Institusi Polri agar Sukmawati Soekarnoputri dipenjarakan.

"Jangan gaduh. Ummat, tenanglah! Aparat! Sigaplah!" ucap KH Marzuki Mustamar dikutip TribunSolo.com dari TribunJatim.com, Jumat (22/11/2019) malam.

KH Marzuki Mustamar sendiri berpikir Sukmawati Soekarnoputri tidak harus diadili atas ucapannya yang sempat membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan ayahnya sendiri, Presiden RI pertama, Soekarno.

Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang ini meminta Sukmawati Soekarnoputri agar tidak munafik.

"Selesai dengan kejujuran. Jangan munafik. Kalau Islam, terus teranglah! Kalau tidak, terus teranglah, misalnya tidak beragama atau aliran kepercayaan," katanya.

Lebih lanjut, KH Marzuki Mustamar mengajak semua pihak untuk menahan diri dan mempercayakan kasus ini ke pihak yang berwajib.

Sukmawati Diduga Menistakan Agama, Total Ada Lima Laporan yang Dilayangkan Kepadanya

26 Kata Bijak Ir Soekarno Ayahanda Sukmawati Soekarnoputri yang Saat Ini Lagi Diperbincangkan

Di sisi lain, KH Marzuki Mustamar juga berharap aparat bisa lebih tanggap dan sigap dalam menyikapi kasus ini.

"Yang tidak mengerti, yang tidak berkepentingan, yang tidak kompeten, tahan diri dan tidak usah bicara. Aparat harus lebih tanggap dan sigap. Jangan sampai berlarut-larut akhirnya 'kriwikan dadi grojogan,'" tutupnya.

Dilaporkan ke Polisi

Halaman
123
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved