Presiden Jokowi Beri Grasi Annas Maamun Sang Koruptor, ICW : AntiKorupsi Omong Kosong

Presiden Jokowi Beri Grasi Annas Maamun Sang Koruptor, ICW : AntiKorupsi Omong Kosong

Presiden Jokowi Beri Grasi Annas Maamun Sang Koruptor, ICW : AntiKorupsi Omong Kosong
Facebook Presiden Joko Widodo.
Presiden Jokowi. 

TRIBUNSOLO.COM - Kabar Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan pengampunan atau grasi kepada mantan Gubernur Riau Annas Maamun, sang koruptor kasus alih fungsi hutan senilai Rp 5 miliar, mendapat kecaman dari Indonesia Corruption Watch atau ICW.

Dengan nada menyindir, peneliti ICW Kurnia Ramadhana menyatakan, meski kecewa, ICW merasa tak kaget dengan keputusan Jokowi tersebut.

Setelah Buron 8 Tahun Akibat Kasus Korupsi, Mantan Dirut PT Iglas Ditangkap di Jakarta

PT Palma Satu Ditetapkan Sebagai Tersangka Korporasi dalam Kasus Suap Eks Gubernur Riau Annas Maamun

Menurut Kurnia, itu karena pemerintah saat ini dinilai tidak mempunyai komtimen dalam pemberantasan korupsi.

"Sikap dari Presiden Joko Widodo ini mesti dimaklumi, karena sedari awal Presiden memang sama sekali tidak memiliki komitmen anti korupsi yang jelas,"

"Jadi jika selama ini publik mendengar narasi anti korupsi yang diucapkan oleh Presiden itu hanya omong kosong belaka," kata Kurnia dalam keterangan tertulis, Selasa (26/11/2019).

Kurnia menyatakan, kesimpulan tersebut diambil bukan tanpa alasan.

Sebab, Presiden Jokowi dinilai telah berulang kali menunjukkan sikap yang bertentangan dengan semangat antikorupsi.

"Contoh, Presiden merestui calon Pimpinan KPK yang diduga mempunyai banyak persoalan, Presiden menyetujui revisi UU KPK, dan Presiden ingkar janji dalam mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PerPPU) untuk menyelamatkan KPK," kata dia.

Ia pun menegaskan bahwa korupsi merupakan sebuah kejahatan luar biasa yang tidak dapat ditolerir dengan cara pemberian grasi yang mengurangi masa hukuman.

"Untuk itu Presiden harus segera mencabut Keputusan Presiden yang memberikan grasi kepada terpidana Annas Maamun," kata Kurnia.

Halaman
12
Editor: Aji Bramastra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved