Penetapan APBD Solo 2020

APBD Solo 2020 Disahkan Tembus Rp 2 Triliun, Anggota DPRD Ini Sebut Kenapa PAD Belum Juga Dominan?

Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2020 Solo belum juga dominan dibandingkan penggunaan APBD 2020 yang mencapai Rp 2 triliun.

APBD Solo 2020 Disahkan Tembus Rp 2 Triliun, Anggota DPRD Ini Sebut Kenapa PAD Belum Juga Dominan?
TribunSolo.com/Agil Tri
Polisi membuat barikade dan yang membawa anjing pelacak saat pengamanan demo di gedung DPRD Solo, di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Solo, Selasa (24/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - DPRD Solo dan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sudah mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.

Saat ini pengesahan APBD Solo 2020 dalam sidang paripurna beberapa waktu yang lalu tersebut dalam evaluasi Gubernur Jawa Tengah.

Diketahui, APBD 2020 yang disahkan dalam Rapat Paripurna beberapa waktu lalu sebesar Rp 2.019.861.148.959 atau Rp 2 triliun.

Dari jumlah APBD 2020 yang disahkan tersebut target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2020 Solo masih belum dominan.

Angka target PAD Solo 2020 Rp 610.373.869.673 masih seperempat dari total anggaran yang ada.

Wakil Ketua DPRD Solo Sugeng Riyanto mengatakan, target PAD Solo masih jauh dan baru seperempat dari total pendapatan yang diterima Pemkot Solo.

APBD Solo 2020 sudah Disetujui, Pendidikan, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Prioritas

APBD Solo 2020 Rp 2 Triliun Disepakati, Masih Tunggu Hasil Evaluasi Gubernur untuk Penetapan

"APBD masih mengandalkan dari pusat, PAD kita belum dominan," terang dia, Sabtu (30/11/2019).

Berdasarkan hal tersebut politikus dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta perlu adanya dorongan pada Pemkot Solo untuk meningkatkan PAD tersebut, sehingga tidak mengandalkan pusat.

Sugeng berpendapat harus ada sisi yang dorong seperti pajak online dan retribusi online dan lain sebagainya.

Dia mencontohkan seperti pemanfaatan teknologi elektronik e-pajak dan e-retribusi.

Juga tapping box perlu ditambah sesuai rekomendasi KPK untuk meningkatkan pendapatan di tempat hiburan, restoran dan hotel. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved