Penetapan APBD Solo 2020

Reaksi 'Wong Cilik' Tahu APBD Solo 2020 Rp 2 Triliun, Harap Kesejahteraan Naik hingga Atasi Limbah

Warga Solo berharap APBD 2020 yang sudah disahkan bisa meningkatkan kesejahteraan 'rakyat cilik' dan menuntaskan masalah lingkungan hidup.

Reaksi 'Wong Cilik' Tahu APBD Solo 2020 Rp 2 Triliun, Harap Kesejahteraan Naik hingga Atasi Limbah
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Salah satu warga Solo menunjukkan KIS yang baru saja ia terima di Pendapi Gede Balai Kota Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Warga Solo berharap anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2020 yang sudah disahkan bisa meningkatkan kesejahteraan 'rakyat cilik' dan menuntaskan masalah lingkungan hidup.

Seorang juru parkir, Arizal Yahya (50) menyampaikan APBD Solo 2020 bisa lebih memperhatikan kehidupan masyarakat kecil.

"Rakyat kecil (lebih) diperhatikan, rakyat kecil ini yang penting harga-harga terjangkau, kesehatan juga ada KIS," ujar Arizal kepada TribunSolo.com, Sabtu (30/11/2019).

Arizal juga berharap anggaran yang akan segera ditetap bisa membantu meningkatkan pariwisata di Solo.

Menurutnya, pendapatannya sebagai juru parkir bisa meningkat bila banyak wisatawan yang berkunjung ke Solo.

"Pekerjaan, ya, kayak gitu, pasarnya ramai, pengunjungnya naik, penghasilan naik," ucap Arizal.

Pemkot Diminta Maksimalkan Target PAD Solo 2020 Demi Imbangi APBD, Ini Pandangan Pimpinan DPRD Solo

APBD Solo 2020 Disahkan Tembus Rp 2 Triliun, Anggota DPRD Ini Sebut Kenapa PAD Belum Juga Dominan?

Ditemui terpisah, seorang warga Solo, Erwin Sulistyo (25) berharap APBD Solo 2020 bisa segera menangani permasalahan lingkungan hidup.

Di antaranya Pemkot bisa membuat saluran atau infrastuktur yang bisa mengatasi permasalahan limbah.

APBD Solo 2020 sudah Disetujui, Pendidikan, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Prioritas

APBD Solo 2020 Rp 2 Triliun Disepakati, Masih Tunggu Hasil Evaluasi Gubernur untuk Penetapan

"Saya cuma (berharap), soal limbah yang dibuang ke sungai Bengawan Solo segera diusut tuntas, kasihan masyarakatnya, air PDAMnya kadang macet," harap Erwin.

Erwin merasa kasihan apabila itu tak segera diatasi akan merugikan masyarakat yang tinggal di sekitar sungai Bengawan Solo.

"Kelurahan Mojosongo sering macet airnya, ndak diperbaiki, kasihan yang buat mandi, makan, itu kan dari PDAM ndak diurusi, air tercemar, kasihan," ujar Erwin.

"Masyarakat orang mau sekolah kalau ndak ada airnya bisa telambat, rusunawa Jurug deket Bengawan Solo, paling deket apalagi daerah Semanggi notabene banyak tercemar home industri, tuntasin yang terkena limbah," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved