Serangan Tawon Vespa di Solo

Warga di Sumber Solo Temukan Sarang Tawon saat Hendak Petik Mangga, Damkar Langsung Turun Tangan

TRC Pemadam Kebakaran Solo melakukan operasi tangkap tawon (OTT) di Jalan Kutai Timur 5B, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Warga di Sumber Solo Temukan Sarang Tawon saat Hendak Petik Mangga, Damkar Langsung Turun Tangan
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Ilustrasi - Sarang tawon vespa yang berhasil dievakuasi, Solo, Jumat (26/5/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tim Reaksi Cepat (TRC) Pemadam Kebakaran Solo melakukan operasi tangkap tawon (OTT)  di Jalan Kutai Timur 5B, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Senin (1/12/2019).

Lebih tepatnya, OTT dilakukan di sebelah selatan TK Dua Perintis Sumber.

Sebanyak satu regu TRC dikerahkan dalam OTT tersebut. 

Seorang warga, Yantono (50) mengatakan, warga jalan Kutai Timur baru mengetahui keberadaan sarang tawon sejak satu bulan yang lalu.

Sarang itu diperkirakan sudah ada sejak tiga bulan lalu.

Sedang Asik Bermain di Jembatan Rel Kereta Api, 4 Bocah di Sukoharjo Disengat Tawon Endas

"Mungkin sudah ada satu bulanan lebih, baru tahunya satu bulan ini, pas seorang warga mau memetik mangga," kata Yantono kepada TribunSolo.com.

Keberadaan sarang tawon vespa itu langsung dilaporkan kepada satuan pelindung masyarakat (Linmas) Kelurahan Sumber

"Itu terus kami laporkan ke linmas linmas lapor sana terdekat Linmas Kelurahan Sumber," tutur Yantono. 

"Laporan terus ditindaklanjuti ke petugas pemadam kebakaran," imbuhnya membeberkan.

Yantono mengungkapkan, belum ada warga yang menjadi korban sengatan tawon vespa sampai saat ini.  

"Belum ada korban," ungkap Yantono. 

Kondisi 4 Bocah yang Tersengat Tawon di Sukoharjo: Ada yang Alami Kejang, Ada yang Sudah Bersekolah

Kasi Evakuasi Penyelamatan Pemadam Kebakaran Solo, Suharyanto mengatakan tim baru mendapat laporan beberapa hari yang lalu. 

"Laporan didapat sekitar satu/dua hari yang lalu, dan kami jadwalkan baru saja karena laporan yang masuk banyak," kata Suharyanto.

"Setelah dapat laporan disurvei dulu untuk mengecek tingkat bahaya seperti apa, kemudian alat yang dibawa apa saja," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved