Rektor IAIN Solo Korban Fake Chat

Beredar Screenshot Chat WA Berfoto Rektor IAIN Solo, Tanya Tarif Pijat Plus, Ini Tanggapan Kampus

Viral beredarscreenshot chat WhatsApp nomor tidak dikenal dengan foto profil Rektor IAIN Mudofir Abdullah berisi pertanyaan jasa pijat plus.

Kolase TribunSolo.com/Istimewa
Screenshot chat hoaks yang tampilkan nomor Rektor IAIN Surakarta, Mudofir Abdullah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebuah gambar tangkap layar atau screenshot chat WhatsApp nomor tidak dikenal dengan foto profil Rektor IAIN, Mudofir Abdullah, beredar secara berantai lewat WhatsApp.

Edaran screenshot ini pun juga diterima oleh awak TribunSolo.com.

Soal Chat Nakal Tanya Pijat Plus, Rektor IAIN Solo Sebut Dibuat Rekayasa Aplikasi Fake Chat

Pada foto yang beredar, chat berisi tentang pertanyaan jasa pijat plus.

Dalam screenshot chat tersebut nomor dengan foto profil Rektor IAIN Surakarta Mudofir tersebut awalnya menanyakan tarif untuk pijat plus.

"Kalau boleh tahu berapa tarifnya," tulis pesan nomor dengan foto Rektor IAIN Surakarta tersebut.

"Dan di mana biasanya," tambah nomor tersebut bertanya.

Kemudian dibalas dengan penjelasan tarif dari pijat biasa sampai harga pijat plus dalam percakapan tersebut.

Screenshot yang beredar tersebut hanya memperlihatkan penggalan pesan saat nomor dengan foto Rektor IAIN tersebut bertanya tarif pijat plus.

Secara bersamaan, Mudofir juga membuat status di akun Facebook-nya mengenai beredarnya chat tersebut.

Ia mengklarifikasi soal beredarnya chat yang disebutnya chat kotor itu adalah chat palsu.

Menanggapi adanya screenshot WhatsApp tersebut, Pihak IAIN Surakarta membantah adanya percakapan tersebut.

Humas IAIN Surakarta, Gustaf menegaskan, bahwa chat tersebut adalah hoaks dan tidak benar adanya.

Rektor IAIN Solo Maafkan Pelaku Hoaks Chat Pijat Plus-plus, Ancam Lapor Polisi Jika Terulang

"Intinya dapat kami sampaikan bahwa chat itu adalah tidak benar dan hoaks," tegas Gustaf saat dihubungi TribunSolo.com, Rabu (4/12/2019).

Pihaknya mengatakan, nomor dalam chat tersebut adalah nomor palsu yang menggunakan foto Rektor IAIN.

"Itu bukan sama sekali nomornya Pak Rektor," terang Gustaf.

Disinggung apakah pihak IAIN akan membawa kasus ini ke ranah hukum, Gustaf mengatakan masih akan menelisik terlebih dahulu. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved