Kasus Penyelundupan Harley-Davidson oleh Dirut Garuda dengan Cara Dipreteli, Ini Komentar dari Diler

Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson Jakarta, Sahat Manalu yang menyayangkan bahwa penyelundupan motor khususnya untuk merek Harley-Davidson.

Kasus Penyelundupan Harley-Davidson oleh Dirut Garuda dengan Cara Dipreteli, Ini Komentar dari Diler
(KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA)
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menunjukkan kepada awak media onderdil atau suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal yang diselundupkan di pesawat baru milik Maskapai Garuda Indonesia berjenis Airbus A330-900 NEO di Jakarta, Kamis (5/11/2019). 

TRIBUNSOLO.COM -- Kasus penyelundupan Harley-Davidson dari Toulouse, Prancis yang menyeret Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara menyita perhatian publik.

Termasuk Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson Jakarta, Sahat Manalu yang menyayangkan bahwa penyelundupan motor masih terjadi di Indonesia, khususnya untuk merek Harley-Davidson.

"Saya sebenarnya belum mengetahui secara detail hal ini, tetapi memang sangat disayangkan. Apalagi motor didatangkan secara terurai, ini sudah jelas bahwa memang ada indikasi menyelundupkan dan pembeliannya tidak dilakukan dengan benar," katanya dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, Kamis (5/12/2019).

Awalnya Harley-Davidson yang ditemukan dalam lambung pesawat Airbus A330-900 Neo secara terurai itu diperkirakan memiliki banderol sekitar Rp 800 juta.

Hal ini terungkap saat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan, sepeda motor diselundupkan di lambung pesawat menggunakan boks berwarna coklat dengan muatan 15 koli.

"Motornya adalah Harley-Davidson Shovelhead klasik tahun 1970-an yang dibeli pada April 2019," katanya di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Bahkan Sahat Manalu, jika pembelian dengan benar maka tidak akan diangkut dengan terurai tersebut.

Terungkap, Jawaban Pejabat Garuda yang Bikin Bea Cukai Curiga, Hingga Kepergok Selundupkan Harley

Dipecat! Begini Nasib Direktur Garuda Indonesia, Setelah Diduga Selundupkan Sepeda Brompton

"Kalau dia melakukan pembelian dengan benar, tidak akan dalam bentuk terurai seperti itu. Pasti dalam bentuk built-up. Lagi pula, apa salahnya untuk melapor," ujar dia.

Menurut Sahat, pembeli motor tersebut berusaha untuk menghindari berbagai beban pajak saat dibawa ke Indonesia.

Sebab, pajak untuk impor motor berkapasitas 1.000 cc ke atas memang sangat tinggi.

Baru Setahun Menjabat, Berikut Profil Dirut Garuda Ari Askhara yang Dipecat Erick Thohir

Helmy Yahya Pernah Dijuluki Raja Kuis, Kini Dicopot sebagai Dirut TVRI, Segini Harta Kekayaannya

"Beberapa di antaranya itu adalah Pajak Pembelian Atas Barang Mewah (PPnBM) 125 persen, Pajak Bea Masuk Barang Impor 30 persen, PPN 10 persen, hingga PPh 5 persen. Jadi memang berat untuk orang yang belum siap untuk memiliki moge," katanya.

Dengan berbagai beban pajak tersebut, ia memperkirakan bila harga Harley-Davidson di Amerika Serikat adalah Rp 450 juta, begitu masuk ke Indonesia akan menjadi Rp 1,6 miliar.

"Kemungkinan lainnya, dia memang tidak tahu bagaimana cara membeli dan membawa Harley-Davidson impor ke Indonesia," ujarnya. (Kompas.com/Ruly Kurniawan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Komentar Diler soal Kasus Penyelundupan Harley-Davidson Dirut Garuda

Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved