Keberadaan ICCN Jadikan Jawa Barat Barometer Kreativitas Nasional

Emil mengingatkan pengurus ICCN untuk memiliki empat nilai kompetensi, yakni kompetensi keteknisan, kejuangan, kerakyatan, dan keikhlasan

Keberadaan ICCN Jadikan Jawa Barat Barometer Kreativitas Nasional
ISTIMEWA
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat menghadiri Rapat Koordinasi Penyelesaian Pelabuhan Patimban dengan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, di Jakarta, Selasa (3/12/2019). 

TRIBUNSOLO.COM - Gubernur Jawa Barat ( Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, keberadaan organisasi Indonesia Creative Cities Network (ICCN) akan membuat Jabar menjadi barometer kreativitas nasional.

“Mudah-mudahan Jabar bisa menjadi mentor juga pada kota-kota yang masih berkembang. Karena saya mengalami proses ini, ada yang di posisi 1.0, 2.0 istilahnya,” kata Ridwan Kamil dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/12/2019).

Akibat Longsor dan Banjir Bandang, 9 Penambang Liar Terjebak Di Tambang Wilayah TNGHS

Ariel Tatum Dituding Jadi Simpanan Om-om Karena Pendapatan dan Bersih Endorse, Berikut Penjelasannya

Pernyataan itu disampaikan Ridwan Kamil yang biasa disapa Emil saat menghadiri pelantikan pengurus dan Korda ICCN periode 2019-2022, di Simpul Space Jalan Braga Kota Bandung, Sabtu (7/12/2019). Untuk diketahui, ICCN merupakan jejaring kota-kota kreatif.

Saat ini, anggotanya sudah berjumlah 211 kota/kabupaten se-Indonesia.

ICCN diinisiasi sejak pendeklarasian "10 Prinsip Kota Kreatif" di Bandung, yang diadakan bersama dengan Creative Cities Conference pada 26-27 April 2015. Sementara itu, pembentukannya dilakukan pada kegiatan Indonesia Creative Cities Conference pertama, 22-25 Oktober 2015, di Solo.

Pada periode 2019-2020, ICCN dipimpin Fiki Satari. Emil mengingatkan pengurus ICCN untuk memiliki empat nilai kompetensi, yakni kompetensi keteknisan, kejuangan, kerakyatan, dan keikhlasan.

“Saya berharap Kang Fiki ya, ada keterukuran ya. Semua yang diomongin ini harus terukur. Jadi kalau nanti kita kumpul lagi Desember 2020 harus ada kaleidoskop progress-nya,” kata Emil.

Emil juga mengimbau, orang-orang kreatif harus memiliki hasil nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, dan tidak kaget dengan disrupsi. “Apa itu definisi jejak? Maaf ya ada bangunannya, ada produknya, ada karyanya. Sehingga masyarakat melihat oh kehadiran organisasi itu bermanfaat,” kata Emil.

Emil menambahkan, kreativitas adalah modal utama kemajuan Jabar. Pasalnya, sumber daya alam atau energi suatu saat akan habis. Sebaliknya, ia melanjutkan sumber daya manusia bila dijadikan investasi tentu akan melahirkan perubahan.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Jawa Barat Jadi Barometer Kreativitas Nasional 

Editor: Eka Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved