Breaking News:

Rektor IAIN Solo Korban Fake Chat

Selain Pencemaran Nama Baik, Rektor IAIN Surakarta Korban Fake Chat Pijat Plus Juga Laporkan Hal Ini

Sikap tegas diambil Rektor IAIN Surakarta Mudofir Abdullah paska kasus fake chat atau chatting palsu yang mengatasnamakan dirinya.

Penulis: Agil Tri | Editor: Asep Abdullah Rowi
Kolase TribunSolo.com/Istimewa
Screenshot chat hoaks yang tampilkan nomor Rektor IAIN Surakarta, Mudofir Abdullah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO -- Sikap tegas diambil Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta Mudofir Abdullah paska kasus fake chat atau chatting palsu soal 'pijat plus' yang mengatasnamakan dirinya beredar.

Didampingi kuasa hukumnya, dia melaporkan dalang pembuat fake chat hingga penyebarnya ke Polres Sukoharjo, Senin (9/12/2019).

Dalam screenshoot fake chat yang tersebar itu dianggap mencemarkan nama baiknya karena seakan bakal memesan 'pijat plus', sehingga dia melaporkan ke Polres terkait pencemaran nama baik.

"Saya melakukan pengaduan pencemaran nama baik ke Polres Sukoharjo, saya sampaikan laporan keberatan dan sebagainya," katanya kepada TribunSolo.com.

Selain itu, rektor bergelar Profesor itu melaporkan terkait pelanggaran UU ITE, karena fake chat itu tersebar di media sosial (medsos).

Datangi Polres Sukoharjo, Rektor IAIN Solo Laporkan Kasus Fake Chat yang Gunakan Foto Dirinya

Rektor IAIN Solo Laporkan Tiga Nomor terkait Kasus Fake Chat Pijat Plus yang Memakai Fotonya

"Menurut saya ada dua hal yang dilaporkan, pemubuatan konten palsu dan penyebaran di medsos," jelasnya.

Dia berharap polisi bisa secara tuntas dalam menangani kasus face chat sampai ketemu siapa pelakunya dan terungkap motifnya.

"Melakukan fitnah di medsos merupakan program pemerintah untuk diperangi, perangi hoax, fake news, dan sebagainya saya mendukung," tuturnya.

Dia khawatir, jika polisi tidak dapat menyelesaikan kasus ini, maka kasus ini akan merajarela karena kasus ini bisa menimpa siapa saja dan di mana saja.

"Kita tinggu progress dari pihak kepolisian, kasus ini bisa menimpa siapa saja," aku dia mengingatkan.

"Kalau ini gagal bisa ada korban lagi," ujar dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved