Penipuan Berkedok Umrah Kembali Terjadi, Korban di Banyumas Diperkirakan Lebih dari 100 Orang

Korban dugaan penipuan sebuah biro perjalanan umrah di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

Penipuan Berkedok Umrah Kembali Terjadi, Korban di Banyumas Diperkirakan Lebih dari 100 Orang
KOMPAS.com/Fadlan Mukhtar Zain
Calon jamaah umrah memdatangi sebuah pondok pesantren sekaligus kantor biro perjalanan umrah di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). 

TRIBUNSOLO.COM - Korban dugaan penipuan sebuah biro perjalanan umrah di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diperkirakan lebih dari 100 orang.

Selain warga Kabupaten Banyumas, mereka juga berasal dari beberapa kabupaten lain di Jawa Tengah. Adapun total kerugian dari para calon jamaah umrah diperkirakan mencapai hampir Rp 1 miliar.

Sambut 2020, Nikita Mirzani Akan Rilis Single Terbaru 

Chord Kunci Gitar dan Lirik Lagu Pelarian - Samsons : Aku Hanya Pelarianmu

Warsito, Ketua RW I Desa Kemutug Lor, sekaligus salah satu calon jamaah umrah mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, total calon jamaah umrah yang tidak kunjung diberangkatkan mencapai 127 orang.

"Katanya yang berangkat 127 orang, kalau saya hitung kerugiannya total hampir Rp 1 miliar," kata Warsito saat ditemui di sebuah pondok pesantren sekaligus kantor biro perjalanan umrah Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019).

Pasutri pemilik biro umrah menghilang Warsito mengatakan, pemilik biro perjalanan umrah tersebut merupakan pasangan suami istri yang menjadi pengasuh pondok pesantren.

"Sebelum tanggal 26 November 2019 sudah enggak aktif, menghilang, sampai sekarang keberadaannya enggak jelas. Kemarin katanya ada orang yang melihat naik motor di desa lain, empat harian yang lalu," ujar Warsito. Menurut Warsito biro perjalanan umrah tersebut telah beroperasi sejak lama.

Sepengetahuan Suwito, sebelumnya diketahui telah beberapa kali memberangkatkan jemaah ke Tanah Suci. "Awalnya yang perempuan mengelola pondok pesantren dan umrah dengan suaminya yang dulu, tapi sudah pisah. Kemudian nikah lagi dengan suaminya yang sekarang," ujar Warsito.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Korban Penipuan Umrah di Banyumas Lebih dari 100 Orang, Kerugian Diduga Rp 1 Miliar

Editor: Eka Fitriani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved